oleh

Kampung Nambo Serpong. Dulu Kumuh, Kini Jadi Kawasan Cantik dan Layak Huni 

Tangerang7.com, Serpong – Kampung Nambo di Kelurahan Serpong kini menjadi kawasan yang cantik, layak huni dan ramah lingkungan. Kawasan yang sebelumnya kumuh ini disulap Pemkot Tangsel melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel dengan pembangunan Taman Kampung Nambo di wilayah RT 03 RW 04.

Awalnya pembangunan Taman Kampung Nambo merupakan revitalisasi dan penataan kawasan dimulai dari IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Karena banyaknya permintaan warga dan kawasan tersebut juga merupakan bagian dari aset fasos dan fasum Kota Tangsel, maka dibangunlah taman ini.

“Kita manfaatkan tentu dalam rangka penyediaan sarana dan prasarana masyarakat. Ada kegiatan olahraga, kegiatan ekonomi dan pertanian. Mudah-mudahan nanti dibentuk KPPnya, Kelompok Penerima dan Pemanfaat sehingga ada kemandirian,” ucap Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany usai Peresmian Taman Kampung Nambo, Jumat (19/2/21).

Di Taman Kampung Nambo ini, nantinya RT/RW setempat akan memberdayakan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan merasa memiliki bertanggung jawab yang sama dalam menjaga Taman Kampung Nambo.

“Kita tidak hanya membangun saja tetapi pemberdayaan masyarakat dan masyarakat memiliki tugas tanggung jawab bersama-sama. Jadi bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja,” kata Airin.

Dengan adanya Taman Kampung Nambo, juga akan membantu perputaran ekonomi pada masyarakat, karena ada urban farming di dalamnya.

“Mudah-mudan dari hasil urban farming ini, alhamdulillah bisa dijual. Kalau tidak, kan bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar, terus ada ikan lele dan lainnya,” tuturnya.

Untuk pelatihannya nanti, kata Airin, dirinya sudah meminta kepada Dinas Koperasi dan UKM untuk memberikan pelatihan di Taman Kampung Nambo sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Seperti pelatihan menjahit atau yang lainnya.

“Pokoknya sesuai kebutuhan masyarakat. Karena pengalaman, manakala kita memberikan program peningkatan keterampilan dan kemampuan harus yang disukai. Jadi masyarakat maunya apa, kita bantu. Jadi biar lebih maksimal, sesuai bakat,” ucapnya.

Kepala Disperkimta Ade Suprizal mengatakan, penataan Kampung Nambo bertujuan untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena kampung ini adalah daerah yang terdampak langsung dari kegiatan di TPST Cipeucang dan terindentifikasi sebagai kawasan belum tertata.

“Peningkatan prasarana dan sarana Kampung Nambo bertujuan untuk merubah kawasan yang belum tertata menjadi layak huni, tertata, bersih dan indah,” katanya di lokasi Taman Kampung Nambo.

”Harapannya, penataan permukiman terpadu, masyarakat menerapkan perilaku pola hidup bersih dan sehat,” sambungnya.

Ia juga menyampaikan bahwa penataan Kampung Nambo ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pembenahaan dilakukan secara bertahap, dibagi menjadi tiga zona dengan total luas lahan keseluruhannya mencapai 4,1 Hektar.

Untuk pembangunan tahun 2020, dikonsentrasikan di zona 2 dengan luas 1600 meter persegi terdiri dari taman baca 2 lantai, lapangan olahraga meliputi futsal, bulutangkis, volley, kebun hidroponik sebanyak 4 unit berkapasitas total 2000 lubang tanam.

Selain itu, IPAL Komunal 50 Kepala Keluarga (pembangunan tahun 2018). Revitalisasi kolam perikanan darat, gapura 3 unit, jogging track, sarana bermain anak-anak, taman penghijauan dan turap sungai cirompang.

”Ketersediaan prasarana dan sarana seperti tempat bermain anak-anak membuat anak-anak sehat dan gembira karena ada tempat bermain yang bersih yang tadinya lokasi bermain di bantaran kali yang penuh dengan sampah,” tuturnya.

Peningkatan prasarana dan sarana ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Kampung Nambo. Dengan memanfaatkan kebun hidroponik, kolam ikan darat dan lapangan olahraga yang dikelola melalui Koperasi Nambo Berkarya. (rls/t7)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *