oleh

Kadinsos Kabupaten Tangerang Tempel Stiker di Rumah Penerima Bantuan

Tangerang7.com, Cisoka – Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat menempelkan stiket di rumah penerima bantuan jaring pengaman sosial (JPS) dari Pemerintah Provinsi Banten. Penempelan stiker secara simbolis dilakukan di Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Selasa (5/5/2020).

“Saat ini pembagian BLT JPS dari Pemprov Banten di Kecamatan Cisoka,” ungkap Ujat.

Rencananya, akan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Banten. Tapi batal karena Gubernur ada agenda dadakan ke Cilegon meninjau banjir.

Kata Ujat, untuk masyarakat Kabupaten Tangerang yang mendapatkan JPS dari Pemprov Banten sebanyak 149.133 KK.

“Warga langsung dengan Bank Jabar Banten mengambil ATM dan langsung menarik tunai di tempat anjungan tunai. Langsung cair. Setelah itu, stiker ditempel,” ujar Ujat.

Baca JugaBupati Tangerang Minta Kejujuran Data Terdampak Covid-19

Camat Cisoka Ahmad Hapid menambahkan, untuk hari ini sebanyak 91 keluarga penerima manfaat yang menerima bantuan langsung tunai dari Pemprov Banten. “Kami memfasilitasi tempat di gedung bersama keagamaan kecamatan cisoka. Tetap mengedepankan protokol kesehatan,” ungkap Hapid.

Sementara itu, Karsa (51), warga Kampung Nyompok girang RT 019 Desa Carenang yang menerima bantuan ini merasa bersyukur.

Ia adalah seorang buruh kasar. Biasanya, seminggu dia mendapatkan Rp 500 ribu untuk kuli bangunan. Sejak wabah virus corona pada Februari, ia tidak ada lagi pekerjaan.

Karsa mempunyai empat anak, yang paling besar sudah berkeluarga, dan tiga adiknya masih bersekolah di bangku SMP dan SMA dan yang paling kecil 3 tahun. Sekarang dengan penghasilan yang tak menentu, pria paruh baya ini terus berupaya untuk bertahan di tengah kondisi ekonomi yang makin sulit.

“Untung ada bantuan ini. Terima kasih Pak Zaki dan Pak WH bantuannya,” ungkapnya.

Bantuan sebesar Rp 600 ribu sangatlah bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan Ramadan. “Saya nggak bisa pake ATM. Makanya, saya ambil semua untuk kebutuhan makan dan minum keluarga,” ungkapnya sambil dipandu petugas bank dan Sekcam Cisoka Cucu Abdulrosied.

Hal senada dialami oleh Siti Asiyah. Dirinya mengaku pekerjaannya di setop dan tidak dibayar. Ia bekerja di salah satu home industry sepatu sebagai penopang keluarga. Suaminya pun tak bekerja harus menanggung satu anak. (jek/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya