oleh

Kades Sukamantri Bagikan Disinfektan, Warga Taman Buah Tutup Akses Masuk Perumahan

Tangerang7.com, Pasar Kemis -Warga Taman Buah Sukamantri Kecamatan Pasar Kemis, antre pengambilan cairan disinfektan yang dibagikan Kepala Desa Sukamantri H Nana Ibnu Holdun, Minggu (5/4/2020).

Pembagian cairan disinfektan ini agar warga melakukan penyemprotan secara mandiri di rumahnya masing-masing.

Menurut Nana, ini bagian dari rangkaian upaya pihaknya melakukan pencegahan virus covid-19 seperti yang diamanatkan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Pembagian disinfektan gratis ini disambut antusias warga. Mereka rela antre sesuai arahan Kepala Desa agar melakukan physical distancing dengan jarak tertentu.

Baca JugaKades Sukamantri Bagikan Masker ke Warga

Warga berbondong-bondong membawa jeriken hingga alat semprotan burung untuk mengambil cairan disinfektan tersebut.

Nana yang memantau langsung pembagian cairan disinfektan ini merasa bangga karena warga ikut aktif secara bersama-sama memerangi penyebaran covid-19.

“Alhamdulillah warga sudah sangat memahami dan tertib melaksanakan imbauan pemerintah dan mudah-mudahan apa yang telah dilakukan warga dapat memutus mata rantai penyebaran virus ini,” Kata H. Nana Ibnu Holdun

Ketua RW 12 Perumahan Taman Buah Sukamantri Riyanto mengapresiasi kerja Kepala Desa Sukamantri yang secara langsung membagikan disinfektan kepada warganya.

Selain itu, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona, RW 12 bersama Karang Taruna melakukan penutupan akses masuk di sejumlah titik, sehingga warga hanya masuk ke area perumahan di satu pintu.

“Ini merupakan upaya kami melakukan pencegahan penyebaran virus covid-19. Kepada warga, kami mohon agar maklum dengan penutupan sejumlah jalan di wilayah perumahan ini hingga batas tertentu,” kata Riyanto.

Hal senada diungkapkan tokoh masyarakat ustadz Hamzah yang tidak henti-hentinya mengimbau agar warga turut serta secara aktif melakukan pencegahan covid-19.

Hamzah mengharapkan warga agar dapat mematuhi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan keputusan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah agar tetap tenang, tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti petunjuk resmi dari pihak atau instansi berwenang.

“Bagi warga yang sehat tetap melaksanakan salat berjamaah di masjid atau di musala. Namun, bagi yang kondisi kesehatannya kurang baik, sakit ringan maupun sakit berat agar melaksanakan salat di rumah,” katanya. (jek/set)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya