oleh

Kabupaten Tangerang Sukses Terapkan Gerakan Sekolah Menyenangkan

Tangerang7.com, Tigaraksa – Lebih kurang empat ribu orang memadati Lapangan Maulana Yudha Negara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Sabtu (16/3/2019). Terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa, dan komponen pendidikan lainnya di kabupaten berjuluk kota seribu industri ini. Sejumlah hadiah menarik pun tersedia di ataranya sepeda motor, laptop, kulkas, sepeda, dan sebagainya.

Hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi PhD, Inspektur Jenderal Kemendikbud Prof Dr Muchlis Rantoni Luddin MA, serta Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Dr Supriano MEd. Rombongan Kemendikbud disambut Wakil Bupati Tangerang H Mad Romli SH MM dan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Drs H Moch Maesyal Rasyid MSi.

Ya, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang kegiatan bertajuk ‘Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan dan Sosialisasi Arah Kebijakan Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan serta Ekspose Capaian Program-Program Prioritas Nasional dan Daerah Tahun 2019″. Acara juga diisi dengan pameran hasil karya siswa, pertujukan seni, dan tayangan video hasil pembangunan di Kabupaten Tangerang.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Drs H Hadisa Masyhur MM memaparkan sejumlah program dan capaian pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang. Hadisa mengatakan, seiring perkembangan zaman yang membawa pada perubahan multi arah, seseorang akan tergerus dan terlindas jika tidak memiliki kesiapan mental dan keahlian yang tangguh dan siap untuk bersaing.

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia dan dalam diri manusia itu sendiri terdapat hak-hak yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan. Perkembangan dalam dunia pendidikan bukan hanya perubahan kurikulum, media pembelajaran, metode belajar, dan evaluasi pendidikan, tetapi perubahan juga terjadi dalam pendekatan yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran.

“Pada hakikatnya, membangun bangsa merupakan tanggung jawab semua pihak. Apalagi dalam ajaran pendidikan yang diamanatkan oleh Ki Hadjar Dewantara, bahwa tali pusat pendidikan adalah pemerintah, masyarakat, dan keluarga,” ujar Hadisa.

Deklarasi 16 Oktober 2018

16 Oktober 2018, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah melaksanakan deklarasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). GSM merupakan gerakan sosial bersama guru untuk menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri, dan menyenangkan di sekolah.

Hadisa menyebutkan, GSM memiliki lima program terdiri dari penguatan pendidikan karakter, pola pembelajaran yang aktif dan inovatif serta menyenangkan, mengoptimalkan program sanitasi sekolah dan kurangi sampah di sekolah, implementasi pembelajaran baca tulis Alquran di sekolah, serta memberikan pelayanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus dan sekolah ramah anak serta perbaikan manajemen tata kelola sekolah.

GSM juga mempromosikan dan membangun kesadaran guru-guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan bekal keterampilan hidup. Tujuannya, agar anak-anak menjadi pelajar yang sukses karena sekolah modern sejatinya tidak perlu menyeragamkan pola pikir anak-anak.

“Dengan begitu, GSM berarti membangun tiga aspek dasar keterampilan manusia untuk hidup di era digital, yaitu pola pikir yang terbuka, kompetensi abad 21 yakni kritis, kreatif, komunikatif, pemecahan masalah, serta karakter moral dan etos kerja,” tandas Hadisa.

Sementara Wakil Bupati Tangerang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat yakin akan menghasilkan generasi penerus yang mampu membangun dan membesarkan daerah dan bangsa ke arah yang lebih maju dan beradab. Bukti kerseriusan tersebut dituangkan dalam visi mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius, cerdas, sehat, dan sejahtera.

Beberapa program unggulan yang telah mengubah dunia pendidikan ke arah kemajuan di Kabupaten Tangerang dalam lima tahun terakhir antara lain 1.417 unit sanitasi sekolah, 4.170 ruang kelas baru, 15 ribu siswa SMAN/SMKN/MAN memperoleh beasiswa melalui program kartu pintar, dan 40 sekolah menerapkan program kurangi sampah sekolah kita.

“Mengusung beberapa gerakan untuk mengubah dunia pendidikan meliputi GSM, ayo sekolah, sekolah ramah anak, dan sekolah inklusif. Di Kabupaten Tangerang, kami yakin di semua wilayah kecamatan hingga kelurahan dan desa, setiap warga memiliki akses terhadap pendidikan,” kata Romli.

Dia menjelaskan, jumlah fasilitas pendidikan di Kabupaten Tangerang terdiri dari 756 SD negeri, 164 SD swasta, 86 SMP negeri, 368 SMP swasta, 40 SMA/SMK negeri, dan 382 SMA/SMK swasta.

“Kami berharap bukan hanya dari sisi jumlah dan infrastruktur, namun juga bagaimana setiap lembaga pendidikan dapat memberikan kualitas dan sistem pendidikan yang paling efektif dan sesuai dengan kebutuhan di era sekarang untuk menjawab tantangan di masa depan,” imbuh Romli.

Mendapat Apresiasi Mendikbud

Adapun program GSM diapresiasi oleh Mendikbud Muhadjir Effendy. Pendidikan, kata dia, menjadi sektor penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Pemerintah hadir dan menjamin setiap warganya untuk mendapatkan hak pendidikan yang layak. Sebab, dengan pendidikan seseorang dapat memperbaiki nasibnya, suatu kelompok dapat memperbaiki nasib kelompoknya, dan suatu bangsa dapat memperbaiki nasib bangsanya.

“Saya sangat mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang sangat peduli terhadap sektor pendidikan, dengan program Gerakan Sekolah Menyenangkan ini pendidikan di Kabupaten Tangerang menjadi Lebih menyenangkan sehingga siswa dapat berperan aktif dan kreatif dalam membangun pendidikan,” ucap Muhadjir. (ADV)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya