oleh

Jelang Idul Adha, Pemkot Tangsel Cek Kesehatan Hewan Kurban

Tangerang7.com, Serpong – Pemkot Tangsel lakukan pemeriksaan hewan kurban menjelang Idul Adha yang jatuh pada tanggal 31 Juli 2020 mendatang. Pemeriksaan ini dilakukan pada lapak-lapak pejualan hewan kurban di seluruh Kota Tangsel.

Kepala UPT Puskeswan Kota Tangsel pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Pipit Surya Yanuar menjelaskan, pemeriksaan ini rutin dilakukan khusus menjelang Idul Adha. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penerimaan dan daerah asal hewan kurban hingga pengiriman kepada konsumen.

”Jadi, sebelum diterima oleh para pemilik lapak penjualan, harus ada keterangan sehat dulu baru bisa dijual,” kata dia.

Disarankan hewan tersebut tidak datang dari daerah yang rawan terhadap penyakit yang disebabkan oleh hewan (zoonosis). Pemeriksaan juga dilakukan terhadap gigi sebagai tolak ukur usia dan lubang-lubang tempat pengeluaran kotoran hewan. Juga prilaku hewan kurban yang menampilkan sehat dan tidaknya.

Dalam proses penjualannya pun dilakukan pemeriksaan ulang. Dari usia hingga kesehatan hewan, jika dinyatakan dalam kondisi baik, Puskeswan akan mengeluarkan surat keterangan sehat untuk hewan tersebut.

”Tujuannya ya surat kesehatan ini diberikan kepada pembeli, memastikan dan menjamin kesehatan hewan kurban,” kata Pipit.

Saat ini Puskeswan sudah melakukan pemeriksaan hingga 70 persen lapak dan perternakan lokal yang ada di Kota Tangsel. Rencananya segera diselesaikan hingga Idul Adha nanti.

Memang ditemukan beberapa masalah yang terjadi pada hewan kurban. Namun dipastikan bahwa penyakit tersebut tidak menular ke manusia. ”Jadi penyakitnya itu lebih disebabkan karena stres akibat perjalanan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pengembangan Peternakan di Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agrobisnis Kemenko bidang Perekonomian, Muhammad Mawardi memaparkan, pemeriksaan ini dilakukan dengan perkiraan permintaan hewan kurban akan melonjak pada tahun ini. Mengingat tidak ada jamaah haji yang diberangkatkan tahun ini.

Meskipun, jika dilihat keadaan ekonomi, di masa pandemi ini permintaan juga akan menurun. Tapi pemeriksaan tetap harus dilakukan demi menjamin kesehatan masyarakat melalui hewan kurban ini.

Dia berharap dengan adanya pandemi ini, menjadi peluang bagi petani lokal untuk menjual produknya, hasil pertenakannya sendiri. ”Jadi tetap harus ada pemeriksaan demi memastikan kesehatan pangan di Indonesia,” kata Mawardi. (rls/mad/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya