oleh

Jangan Sembarang Terbangkan Drone jika Tak Mau Dipidana

Tangerang7.com, Pagedangan – Unmanned aerial vehicle atau lebih dikenal drone, belakangan makin populer. Baik digunakan untuk rekreasi, hobi, maupun komersial. Tetapi, sebagian besar masyarakat tidak mengetahui aturan penerbangan drone alias pesawat tanpa awak itu.

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Kolonel Pnb Agung Sasongkojati mengatakan, penerbangan drone di Indonesia memiliki aturan main. Setidaknya, ada tiga Peraturan Menteri Perhubungan yang berkaitan dengan penerbangan drone, yakni nomor 163 tahun 2015, nomor 180 tahun 2015, dan nomor 47 tahun 2016.

“Jika melanggar, dapat didenda Rp 1,5 miliar atau dipenjara tiga tahun,” kata Agung dalam kegiatan bertema “keselamatan menerbangkan drone” di The Breeze, BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (21/5/2019).

Ia menjelaskan, sebagian besar Jakarta termasuk Tangerang merupakan daerah terlarang untuk menerbangkan drone. Pasalnya, daerah itu berada di dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Wilayah KKOP tersebut di antaranya Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Bandara Halim Perdanakusuma, Istana Negara, Bandara Soekarno-Hatta, dan Bandara Budiarto. Ketinggian maksimum menerbangkan drone hobi dan komersial yaitu 150 meter dari permukaan tanah.

Agung menjelaskan, dalam undang-undang disebutkan pesawat tanpa awak yang bersifat komersial harus patuh aturan Civil Air Safety Regulation (CASR) 107. Sedangkan untuk rekreasi dan hobi harus terbang sesuai dengan aturan komunitas nasional kedirgantaraan.

Ia pun menyarankan penggemar drone agar bergabung ke FASI. “FASI mengeluarkan sertifikasi atau lisensi khusus,” tandas Agung. (fdy/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya