oleh

Jalan Sungai Turi Masih Diportal, Warga Gugat Pemkab Tangerang

Tangerang7.com, Tangerang – Kelompok masyarakat melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Tangerang terkait pemasangan portal di Jalan Sungai Turi, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Tergugat adalah Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang. Warga meminta agar portal di jalan menuju kawasan Parsial 19 itu dibuka.

Perkara tersebut sudah bergulir di PN Tangerang. Sidang perdana dilaksanakan pada Rabu (6/3/2019) lalu. Hari ini merupakan sidang kedua. Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Nelson Sianturi, di Ruang Sidang 6 PN Tangerang.

Persidangan masih seputar pemeriksaan berkas administrasi, baik penggugat maupun tergugat. Nelson menyatakan, kuasa hukum penggugat belum memiliki legalisasi. Sehingga memutuskan untuk melanjutkan perkara ini pada persidangan lanjutan, Rabu (20/3/2019) mendatang.

Kuasa hukum penggugat, Achmad Tadzudin, mengakui surat kuasa yang disodorkan belum dilegalisasi. “Hari ini persidangan kedua, tahap pemeriksaan kelengkapan administrasi. Tadi ada yang harus diperbaiki yaitu surat kuasa belum dilegalisir,” ucap Tadzudin kepada Tangerang7.com.

Sementara warga Desa Laksana, Surya, mengatakan jalan di sepanjang bantaran Sungai Turi sudah menjadi akses warga sejak tahun 1990. Pada tahun 2003, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengeluarkan rekomendasi agar jalan tersebut diperbaiki sehingga dapat dilalui kendaraan bermotor.

Pada 18 Juli 2018, aparat gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Tangerang Kota, dan Satpol PP Kabupaten Tangerang, menutup akses jalan menuju Pergudangan Parsial 19. Alasannya, ada pelanggar hukum dari pihak swasta yang ditengarai mencaplok lahan milik pemerintah dan membangun jalan tidak sesuai aturan.

Pasca pemasangan portal, kata Surya, kendaraan-kendaraan besar tak dapat melintas. Hanya sepeda motor dan mobil sedan yang dapat hilir mudik. “Jadi, kami meminta kepada pihak Pemkab Tangerang supaya mencabut portal itu. Untuk warga juga,” ujarnya.

Warga mengkhawatirkan apabila terjadi musibah seperti kebakaran. Mobil pemadam kebakaran pasti tidak dapat melintasi jalan karena ada portal. Surya mengatakan, memang ada jalan lain namun berliku dan jauh.

“Ada jalur lain tetapi harus memutar dengan persyaratan pemeriksaan KTP dan ditanya-tanya oleh pihak pengembangnya,” pungkasnya. (odo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya