oleh

Jadi Tersangka Hoaks, Ini Peran Tiga Pengurus King of The King

Tangerang7.com, Tangerang – Bermula dari baliho mirip kerajaan Sunda Empire di Jalan Benteng Betawi, Poris Plawad, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Tepat di depan Terminal Poris Plawad terpampang baliho berwarna biru muda bertulis cetak tebal merah “King of The King, YM Soekarno, Mr Dony Pedro.” Tulisan itu tersusun setelah ucapan selamat datang di Kota Tangerang.

Ada juga kalimat perihal rencana akan melunasi seluruh utang negara. Beberapa foto petinggi kerajaan ini pun tercantum berikut nama dan nomor telepon seluler.

Petugas gabungan dari Polres Metro Tangerang Kota dan Satpol PP Kota Tangerang menertibkan baliho tersebut pada 27 Januari 2020. Berdasarkan informasi warga setempat, baliho King of The King sudah terpasang di depan Terminal Poris Plawad selama dua minggu.

Tidak hanya sebatas mencopot baliho kontroversial itu. Tetapi, polisi mendalami identitas pengurus King of The King sebagaimana tertera pada baliho tersebut.

Di tengah penyelidikan oleh Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota, pengurus King of The King malah mengeluarkan pernyataan tak masuk akal. Di antaranya mengklaim memiliki kekayaan sebesar Rp 60.000 triliun. Uang tersebut akan digunakan untuk beberapa hal, seperti dibagikan kepada masyarakat Indonesia dengan nominal Rp 3 miliar per kepala.

Empat hari setelah pencopotan baliho hingga menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, polisi merilis penetapan tersangka terhadap tiga pengurus King of The King, Jumat (31/1/2020). Ketiga tersangka ditangkap pada Kamis (30/1/2020) di tempat berbeda.

  • Syrus Manggu Nata alias Nata (69), warga Perumahan Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Ia berperan sebagai Ketua Indonesia Mercusuar Dunia Provinsi Banten. Nata juga merekrut anggota di sekitar Banten dan melakukan pemasangan baliho di Terminal Poris Plawad bersama tersangka Prapto.

 

  • Prapto (47), warga Kampung Poris, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Peran Prapto yakni Ketua IMD Kota Tangerang, serta memasang baliho di depan Terminal Poris Plawad, Grend Lake Cipondoh, Danau Cipondoh, dan lain-lain.

 

  • Fitriadi alias David (41), warga Kampung Pulis, Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia berperan sebagai Wakil Ketua Indonesia Mercusuar Dunia Provinsi Banten. David juga membuat dan menyerahkan baliho ke Prapto, serta merekrut anggota baru.

“Kita menetapkan status penyelidikan menjadi penyidikan dan telah mengamankan tiga orang tersangka,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto.

Sugeng menjelaskan, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 14 dan 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Nata, Prapto, dan David diduga telah melakukan penyiaran berita bohong alias hoaks.

 

(t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya