oleh

Izin Penjualan Minuman Beralkohol di Summarecon Serpong Terancam Dicabut

Tangerang7.com, Kelapa Dua – Pemerintah Kabupaten Tangerang menindaklanjuti informasi terkait bebas mengonsumsi minuman beralkohol di kawasan terbuka Downtown Walk Summarecon Mal Serpong, Jalan Boulevard Raya Gading Serpong, Kelapa Dua. Petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan inspeksi mendadak di kedai-kedai Summarecon Mal Serpong.

Alhasil, petugas menemukan sejumlah kejanggalan pada tiga bar, terutama membiarkan pengunjung mengonsumsi minuman beralkohol di tempat umum dan ruang terbuka. “Minggu kemarin ke sana dengan DPMPTSP dan minuman terlihat jelas,” kata Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Disperindag Kabupaten Tangerang Jan Piter Situmorang saat dikonfirmasi Tangerang7.com, Senin (1/4/2019).

Piter mengatakan, belum ada sanksi kepada pemilik bar. Petugas hanya menyarankan agar tempat itu disekat sehingga minuman beralkohol tidak mudah terlihat dan para pengunjung menenggak minuman haram tersebut di ruang tertutup. “Disarankan mereka harus menyekat sehingga tidak kelihatan dan minum di tempat tertutup. Mereka janji akan berupaya,” tandasnya.

Jika pemilik ketiga bar itu enggan mengindahkan saran yang diberikan, maka Disperindag akan kembali melayangkan teguran berupa surat peringatan sebanyak dua kali. Apabila tetap membandel, Disperindag melimpahkan pelanggaran tersebut kepada Satuan Polisi Pamong Praja untuk dilakukan penindakan. Namun demikian, Piter tidak menyebut batas waktu hingga pemberian sanksi peringatan.

Dia menegaskan, minuman beralkohol yang diminum bebas di tempat terbuka bertentangan dengan Peraturan Bupati Tangerang Nomor 14 Tahun 2016. Sebab, dalam pasal 11 perbup tersebut mengatur semua minuman beralkohol jenis apapun, berapapun kadar alkoholnya, hanya boleh diminum pada tempat-tempat yang diizinkan. Di antara tempat-tempat yang diizinkan itu yakni tempat tertutup dan tidak mudah terlihat.

“Nanti kalau tidak dipatuhi akan dibuat surat teguran lagi, dua kali peringatan. Jika terus membandel ya otomatis kami limpahkan ke Satpol PP. Dalam perbup sebagai acuan pelaksanaan Perda Kabupaten Tangerang Nomor 9 Tahun 2008, sanksi terberat atas pelanggaran pasal 11 adalah izin penjualan dicabut. Di sekitar Downtown Walk itu ada tiga bar,” ujar Piter.

Praktik Tak Sesuai Aturan Bupati

Sementara Kepala Bidang C DPMPTSP Kabupaten Tangerang Ana Shoba mengatakan, praktik penjualan minuman beralkohol di kawasan Downtown Walk Summarecon Mal Serpong menyalahi aturan sebagaimana termaktub dalam Perbup Tangerang Nomor 14 Tahun 2016. Beberapa waktu lalu, pengelola pusat perbelanjaan ternama itu dipanggil ke kantor DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Jalan KH Sarbini Nomor 1, Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa.

“Mereka kooperatif dan berjanji menyampaikan teguran kepada tenant minol tersebut. Dari segi izin memang ada, tapi praktiknya itu yang salah. Nanti kita lihat sejauh mana keseriusan mereka beberapa hari ke depan,” kata Ana.

 

Diberitakan sebelumnya, penggemar minuman mengandung etanol tak sulit menemukan tempat menenggak minuman beralkohol di area Downtown Walk. Ada banyak minuman beralkohol jenis bir impor yang dijual di pusat keramaian tersebut. Seperti Erdinger, Duvel, Paulener hingga Warsteiner Premium. Ada juga bir jenis lokal tersedia di sini mulai dari Bintang Draught, Bali Hai, Anker, hingga Heineken Draught.

“Di sini ada berbagai pilihan kadar alkoholnya dan berbagai merek. Dari yang 4,8 persen sampai sekitar 40 persen. Kalau mau yang bagus ada Gilbeys Distiller Blend dan Vibe Exotic Lychee,” kata salah seorang pelayan salah satu bar di Downtown Walk Summarecon Mal Serpong, Jumat (15/3/2019) malam.

Pantauan kala itu, bar di Downtown Walk tampak sudah dipenuhi pengunjung dengan gelas dan botol minuman beralkohol berbagai merek di atas meja. Pemandangan ini terlihat jelas dari luar kedai.

Sementara pengunjung yang tidak kebagian tempat, bisa meminumnya di luar bar, di tempat yang lebih terbuka lengkap dengan meja kursi yang tersedia di sana. Syaratnya, botol minuman beralkohol tak boleh dibawa ke luar bar. Minuman beralkohol yang dibeli dituang terlebih dahulu dalam pitcher set.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan dari manajemen Summarecon Serpong. Upaya konfirmasi yang disampaikan wartawan Tangerang7.com melalui pesan WhatsApp kepada Humas Summarecon Serpong, Christina Manihuruk dan Margiono, belum direspons. Sementara akun WhatsApp keduanya dalam posisi online. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya