oleh

Istri Sakit Stroke dan Rabun, Mantan Sopir Taksi di Cisoka Gantung Diri

Tangerang7.com, Cisoka – Suwardi (65), warga Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, ditemukan tewas di kamar mandi. Ia tergantung di pintu. Kejadian pada Minggu (7/7/2019) pagi itu menggemparkan warga kompleks.

Suwardi selama ini hidup bersama sang istri yakni Minah (60), di Perum Surya Jaya, RT 02/10, Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka. Pasangan suami istri itu tinggal tepat di blok H7 nomor 2. Suwardi sendiri pernah bekerja sebagai sopir taksi konvensional.

Adapun kasus gantung diri tersebut pertama kali diketahui oleh Ahmad Yani (55). Di mana, saat pulang mengantar air galon isi ulang ke warga Perum Surya Jaya, Yani melihat lampu di rumah Suwardi masih menyala.

Lantaran penasaran, ia pun mengetuk pintu rumah Suwardi. Salam Yani kemudian dijawab oleh Minah, namun pintu dalam keadaan terkunci.

Lalu, Yani memanggil Hengki (33), tetangga Suwardi. Atas izin Minah, kedua pria itu membuka pintu rumah dengan cara membuka gerendel. Ketika berhasil membuka pintu dan masuk ke dalam rumah, Yani dan Hengki menemukan Suwardi tergantung di kamar mandi.

Kapolsek Cisoka AKP Uka Subakti mengatakan, istri korban dalam keadaan sakit. Ia terbaring akibat serangan otak atau stroke serta mata rabun. Sehingga, Yani dan Hengki berinisiatif meminta izin untuk membuka pintu rumah korban.

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi. Selain itu, polisi mengamankan satu utas tali tambang sebagai barang bukti. Sebab, Suwardi gantung diri dengan menggunakan tali tambang.

“Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menganggap kejadian tersebut musibah. Sudah dibuat surat pernyataan keberatan untuk dilakukan autopsi,” kata Uka saat dikonfirmasi Tangerang7.com, Senin (8/7/2019).

Mantan Kapolsek Kronjo ini membenarkan jika korban merupakan mantan sopir taksi konvensional. Tetapi ia mengidap asma dan sering kambuh, sehingga memutuskan untuk kerja serabutan. Berdasarkan pemeriksaan polisi, korban nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri karena persoalan ekonomi.

“Motif ekonomi serta memikirkan istri sakit stroke dan rabun mata. Korban juga menderita sakit asma,” tandas Uka. (mg-1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya