oleh

Ini Motif Pelaku Penembakan Anjing hingga Mati di Citra Raya

Tangerang7.com, Panongan – Pria berinisial A (38) diduga sebagai pelaku pembunuhan hewan piaraan di Perumahan Water Point, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Ia menghabisi nyawa seekor anjing dengan menggunakan senapan angin.

Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif mengatakan, motif penembakan anjing bernama Beedo itu adalah terduga pelaku kesal karena istri dan anaknya terjatuh saat bersepeda. Saat itu, anjing dalam posisi diikat di salah satu pohon.

“Istri dan anak terduga pelaku jatuh dari sepeda karena merasa anjing itu akan mengejarnya,” ujar Sabilul dalam keterangan tertulis, Rabu (14/8/2019).

Polisi menangkap A pada Selasa (13/8/2019) malam. Ia dibekuk jajaran Unit Jatanras Satreskrim Polresta Tangerang. A kini tengah menjalani pemeriksaan. Kepada polisi, ia mengaku telah melakukan penembakan tersebut.

Sabilul menegaskan, penanganan kasus itu bukan semata kekejaman terhadap hewan. Melainkan yang lebih memprihatinkan adalah penggunaan senjata di luar kewenangan untuk unjuk kekuatan. Selain itu, untuk aspek keamanan masyarakat.

“Sudah ada perselisihan gara-gara penembakan itu. Harus ditindaklanjuti agar masalah tidak melebar misalnya justru senjata digunakan untuk menyerang sesama warga,” tandas dia.

Sabilul mengatakan, Beedo merupakan anjing peliharaan Titus, yang tak lain tetangga A. Beedo mati dengan 4 butir mimis atau peluru senapan angin. Penembakan itu terjadi pada Senin (12/8/2019) sore.

Awalnya, Titus mendapat informasi jika Beedo ditembaki oleh terduga pelaku. Titus kemudian meminta adik iparnya, Anastasia Lucia, untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. “Saat dicek, kondisi anjing sudah mati dan ditutupi kertas dan dedaunan,” jelas Sabilul.

Anastasia pun mendatangi rumah A. Namun, terduga pelaku ini malah menodongkan senapan angin ke arah Anastasia. Tak berselang lama, Titus juga mendatangi kediaman A.

“Sempat ada cekcok antara pemilik anjing dan terduga pelaku, bahkan sempat ditengahi ketua RT setempat. Namun tidak ada hasil,” kata Sabilul.  (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya