oleh

Ini Hasil Pemeriksaan 15 Ribu Ekor Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang

Tangerang7.com, Tangerang – Tim pemeriksa hewan kurban Iduladha 1440 Hijriah mulai diterjunkan ke tempat penjualan ternak di wilayah Kabupaten Tangerang. Lebih dari 15 ribu ekor ternak pada 292 lapak sudah diperiksa pada Rabu (7/8/2019).

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar meninjau beberapa lapak penjualan hewan kurban di Kecamatan Kelapa Dua. Tujuannya, untuk memastikan kelayakan, keamanan serta kesehatan hewan kurban. Zaki didampingi pejabat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban.

“Pemeriksaan kesehatan hewan kurban bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan sebelum dilakukan pemotongan dan sesudah pemotongan. Semuanya sehat, kita sudah lakukan pengecekan secara menyeluruh,” kata Zaki.

Menurut dia, hewan kurban di Kelapa Dua layak disembelih dan dikonsumsi masyarakat. Hal itu dibuktikan melalui beberapa tahapan pemeriksaan oleh dokter hewan dan petugas lainnya, seperti mengambil sampel darah serta memeriksa gigi dan fisik hewan kurban.

“Alhamdulillah sudah hampir 100 persen pemeriksaan dan seluruhnya dalam kategori ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal),” tandas Zaki.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteliner Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Kustri Windayani mengatakan, sampai saat ini tim di lapangan telah melakukan pemeriksaan pada 15.786 ekor hewan kurban di 21 kecamatan. Sementara petugas di delapan kecamatan belum menyampaikan laporan pemeriksaan hewan kurban.

“Laporan sementara hasil pemeriksaan kesehatan hewan kurban di 21 kecamatan, sapi 2.498 ekor, kerbau 43 ekor, domba 9.981 ekor, dan kambing 3.264 ekor. Total 15.786 ekor, dengan jumlah titik pemeriksaan 292 titik,” jelas Kustri melalui pesan WhatsApp.

Dia menyebutkan, sampai saat ini tidak ditemukan hewan dengan gejala penyakit yang bersifat menular atau zoonosis. Jika terdapat hewan kurang sehat, petugas melakukan tindakan berupa memisahkan hewan tersebut dari hewan lainnya.

“Tindakannya dipisahkan untuk diamati perkembangan penyakitnya dan disarankan tidak dijual,” tandas Kustri. (rls/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya