oleh

Indonesia Incar Predikat Eksportir Ikan Hias Terbesar

PAGEDANGAN – Potensi perekonomian ikan hias di Indonesia besar. Hanya saja, manajemen atau pengelolaannya perlu dibenahi.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Kemaritiman Agung Kuswandono saat membuka Nusantara Aquatic (Nusatic) 2018, di ICE BSD, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Jumat (30/11/2018).

Nusatic 2018 merupakan gelaran pameran dan kontes ikan hias terbesar di dunia. Agenda ini sekaligus menekankan upaya Indonesia untuk menjadi eksportir ikan hias terbesar di dunia.

“Jenis yang melimpah yaitu sekitar 400 spesies ikan hias air tawar dan 650 spesies ikan air laut,” kata Agung.

Nilai ekspor ikan hias Indonesia ke dunia pada tahun 2016 mencapai US$ 24,64 juta. Sedangkan ekspor ikan hias Singapura pada periode yang sama adalah US$42,97. Selisih kedua negara masih jauh, namun ia yakin Indonesia dapat terus mengembangkan potensinya.

“Untuk urusan ikan hias, Indonesia adalah the best in the world (terbaik di dunia). Saat ini hub (pusat) kawasan ikan hias untuk Asia Tenggara lebih dikenal berada di Singapura. Dengan potensi Indonesia, maka bukan hal mustahil untuk mendapatkan predikat eksportir terbesar dunia,” tandas Agung.

Apalagi, kini makin banyak orang asing yang dinilai menggemari ikan hias dari kawasan perairan tropis. Indonesia ingin menjadi eksportir ikan hias terbesar di dunia. Salah satu cara untuk mengembangkan ikan hias di dalam negeri adalah menunjuk salah satu ikan sebagai maskot ikan hias nasional.

Pemerintah sedang menyusun payung hukum untuk Rencana Aksi Nasional Pembangunan Industri Ikan Hias.

“Rencana aksi nasional tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu panduan dalam upaya pengembangan ikan hias di Indonesia,” pungkas Agung. (riz/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya