oleh

Imlek di Pamulang, Usir Roh Jahat dengan Barongsai

Tangerang7.com, Pamulang – Atraksi barongsai dan liong ikut meramaikan perayaan Imlek di Vihara Kwan In Thang/Avalokitesvara, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangsel, Senin (4/2/2019). Malam ini menjadi puncak perayaan Imlek di vihara tersebut.

Kelompok Barongsai Hok Tai Bio dari perkumpulan Dragon Xiao Lien Dance (DXLD) Karawaci, Kota Tangerang, seolah menjadi bintang tamu pada perayaan Tahun Baru Cina di Vihara Kwan In Thang. Pendiri DXLD, Aroy Ken, mengatakan, tahun ini merupakan kali kedua mereka diundang untuk ikut dalam rangkaian acara di vihara tersebut.

“Tiap tahun kami di sini dan ini kedua kali. Perasaan saya senang karena diundang lagi. Kalau buat tampil di vihara-vihara, kami tidak komersil,” ucapnya kepada Tangerang7.com, Senin (04/02/2019).

Barongsai mempunyai makna tersendiri dalam tradisi Cina. Salah satunya, dipercaya dapat mengusir roh jahat. “Zaman dulu diyakini barongsai bisa mengusir roh-roh jahat dan membuka aura. Makanya terkadang barongsai zaman sekarang juga masih sering dipanggil untuk peresmian toko,” lanjut Aroy.

Pertunjukan barongsai dan liong di vihara tersebut, dijadwalkan akan tampil sebagai pembuka dan penutup acara Imlek. Barongsai (tarian singa) dan liang liong (tarian naga) merupakan kesenian khas masyarakat Tionghoa yang lahir ratusan tahun lalu. Kedua tarian ini sering dipertontonkan dalam pesta rakyat Tionghoa, terutama dalam upacara ritual seperti perayaan Tahun Baru Imlek.

Selalu Ada Saat Imlek

Singa dalam barongsai diibaratkan oleh masyarakat Tionghoa sebagai raja daratan, yang menguasai seluruh daratan tersebut. Barongsai dimainkan oleh dua orang, gerakan dalam barongsai terjadi secara alami dari imajinasi pemainnya itu sendiri. Selain imajinasi yang tinggi, diperlukan pula fisik yang kuat.

Berbeda dengan barongsai, liang liong memiliki panjang 9-10 meter yang dimainkan oleh sembilan orang. Tarian naga ini menggunakan tongkat yang terpasang di bawah perut naga. Dalam pertunjukan tarian naga harus ada kekompakan antarpemain, agar bisa memperlihatkan keindahan liukan dari naga tersebut.

Dalam buku 5000 Tahun Ensiklopedia Tionghua 1 karya Christine dkk, terbitan St Dominic tahun 2015 disebutkan, leluhur Cina percaya kalau setiap awal tahun adalah masa di mana para dewa dan dewi kembali ke khayangan untuk melapor ke Kaisar Langit. Momen di mana dewa dan dewi pergi dari bumi ini kemudian dimanfaatkan roh-roh jahat di dunia untuk berulah semakin ganas, karena tidak ada yang mengendalikan mereka.

Makanya, sebelum dewa dan dewi pergi ke khayangan, diadakan dulu tarian barongsai yang sebelumnya sudah diberkati di kelenteng. Tarian barongsai dengan bunyi-bunyian nyaring ini ditujukan untuk mengusir roh jahat tersebut. Kebiasaan ini masih dipertahankan hingga sekarang, dengan harapan bisa mengusir roh jahat di momen Tahun Baru Imlek ini. (isb/riz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya