oleh

IJL dan 178 SSB Undur dari Stadion Mini Cisauk

Tangerang7.com, Cisauk – Indonesia Junior League (IJL) akhirnya hengkang dari Stadion Mini Cisauk, Kabupaten Tangerang. IJL bersama 178 sekolah sepak bola (SSB) kini merumput di Lapangan Nirwana Sawangan Park, Depok.

CEO IJL Rezza Mahaputra Lubis mengatakan, keputusan hijrah dilakukan lantaran kerap resah selama lima bulan mengelola Stadion Mini Cisauk. Di antaranya pencapaian tidak sebanding dengan nilai investasi yang cukup besar, warga sekitar ingin menggunakan lapangan lebih lama dari IJL, serta beberapa sekolah meminta menggunakan di pagi hari untuk berolahraga.

“IJL banyak diganggu faktor-faktor nonteknis enggak penting. Sehingga kami memutuskan untuk tidak lagi merawat Stadion Mini Cisauk dan pindah ke lapangan Timnas Indonesia di Sawangan,” kata Rezza kepada Tangerang7.com, Senin (18/3/2019).

IJL masuk wilayah kota seribu industri setelah resmi hijrah dari Lapangan Puspiptek, Serpong, Kota Tangerang Selatan. Lapangan Puspiptek digunakan dalam kurun Februari – Agustus 2018, lalu mulai menggunakan Stadion Mini Cisauk pada Oktober 2018.

14 Oktober 2018, IJL menggelar kompetisi perdana bertajuk IJL Mayapada U-13 di Stadion Mini Cisauk. Diikuti sebanyak 28 SSB dan lebih dari 600 pesepak bola usia dini. Selain kategori U-13, diselenggarakan juga kompetisi U-9 dan U-11.

“Saat ini ada 178 SSB yang bergabung di IJL, semua SSB resmi dan jelas. Sebanyak 2.200 pesepak bola usia dini yang mengikuti seleksi untuk U-9 dan U-11, serta 700 orang di kategori U-13. Tentu untuk menyukseskan itu, kami mencari lingkungan yang nyaman. Selama ini di Cisauk hanya komitmen tertulis, tidak ada perlindungan riil bagi yang menginvestasikan,” tandas Rezza.

Menurutnya, selama ini ada beberapa oknum mencari keuntungan di balik kemegahan Stadion Mini Cisauk. Praktiknya, menggunakan lapangan di luar kontrol IJL. Kedua tim yang bertanding dimintai sejumlah uang untuk kepentingan pribadi.

“Oknum tersebut bisniskan itu lapangan, orang yang main dipatok angka 350 ribu sampai 700 ribu per tim. Dana itu juga nggak masuk ke orang-orang yang rawat lapangan. Jadi tujuannya mendepak IJL untuk dikomersialkan. Satu hari ada sekitar tiga pertandingan yang mereka kelola,” pungkas Rezza.

Hingga kini wartawan Tangerang7.com masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak Kecamatan Cisauk. Hingga berita ini ditayangkan, Sekcam Cisauk Yusuf Fachroji belum merespons pertanyaan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya