oleh

Generasi Muda yang Melek Politik Itu Lebih Keren

Tangerang7.com, Tangerang – Pemilu menjadi ajang ekspresi partisipasi politik yang sulit dilewatkan bagi generasi muda. Apalagi bagi mereka yang baru pertama kali memilih. Kalangan muda ini mempunyai pandangan keren tentang politik versi mereka.

Seperti disampaikan Farida Ayu Arifani (21), mahasiswi Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Kota Tangerang. Lima tahun lalu, saat Pemilu 2014, mungkin dia belum mempunyai hak suara untuk memilih. Dalam pemilu tahun ini, Ayu disebut pemilih pemula karena untuk pertama kalinya memilih. Ayu menyadari dunia politik ternyata luas, lengkap dengan dinamika-dinamikanya.

“Ada penilaian sendiri pada pemilu sekarang, masyarakat disuguhi informasi-informasi tentang politik yang beredar luas. Ada yang aneh-aneh, ada yang menghebohkan dan sebagainya,” katanya.

Menurutnya, generasi muda terlihat lebih keren bila melek politik dan mengetahui isu-isu yang beredar. Apalagi bisa membedakan mana informasi yang hoaks dan mana berita yang valid. Itu menandakan generasi muda tidak ketinggalan zaman dan luas wawasannya.

“Untuk mengetahui berita politik valid atau tidak, biasanya saya membandingkan satu berita dengan yang lain dan dari media yang berbeda,” kata mahasiswa FISIP ini.

Dalam pemilu kali ini, ia akan ikut berpartisipasi sebagai pemilih. Baginya, masyarakat Indonesia seharusnya bersyukur bisa memilih langsung para pemimpin negara dan wakil rakyat.

Data KPU menyebutkan, potensi pemilih pemula ini mencapai lebih dari 7 juta jiwa. Jumlah yang cukup besar dan potensial untuk mendulang suara bagi parpol, caleg, ataupun capres. Tak mengherankan, banyak program yang menyasar anak muda bagian dari generasi milenial ini.

Sebagai generasi gadget, media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Line, Twitter, dan Facebook diyakini sebagai media yang selalu dan paling sering dilihat untuk mengikuti pemberitaan politik.

Sementara sebagian lagi memilih situs berita daring untuk mencari tahu ramainya dunia perpolitikan jelang pilpres dan pileg dibandingkan menonton televisi atau membaca koran.

Ketua Jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Iding Rosyidin menyatakan, antusiasme mahasiswa sekarang relatif tinggi terhadap berita politik. Menurut dia, ada faktor-faktor yang memengaruhi ketertarikan mahasiswa pada berita politik.

“Mahasiswa antusias karena terkait momentum politik kita punya hajatan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. Selain itu, berita politik sekarang tidak hanya diberitakan di media mainstream, tetapi juga di media sosial. Sementara kita tahu, semua mahasiswa sekarang sangat aktif di media sosial,” tutur Iding.

Sebagai pengampu mata kuliah Komunikasi Politik, Iding mengatakan, mahasiswa sering menanyakan pemberitaan terkait politik yang sedang ramai dibicarakan masyarakat. Dia mengatakan, biasanya mahasiswa menanyakan sesuai dengan materi yang sedang diajarkan di kelas, semisal materi propaganda dan kampanye.

Untuk menumbuhkan antusiasme mahasiswa terhadap berita politik, Iding mempunyai cara-cara khusus. “Pertama, biasanya saya setiap baru masuk kelas 10-15 menit membahas berita yang sedang aktual sebelum memasuki materi inti. Kedua, saya biasanya memberikan tugas individu untuk menuliskan kasus yang sedang aktual dalam bentuk opini,” ucapnya. (odo/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya