oleh

Gendong Anak Kecil, Mak-Mak Asal Rawa Rengas Histeris di PN Tangerang

Tangerang7.com, Tangerang – Ratusan orang berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Tangerang, Jalan Taman Makam Pahlawan, Kota Tangerang, Senin (1/7/2019). Massa mengaku berasal dari Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Demonstran meminta kejelasan ganti rugi atas pembebasan lahan untuk landasan pacu 3 Bandara Soekarno-Hatta. PT Angkasa Pura II sendiri sudah menyerahkan uang ganti rugi, namun dititipkan ke PN Tangerang karena status ratusan bidang tanah di sana dalam sengketa.

Langkah PT Angkasa Pura II sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Namun, persoalan sengketa itu tak kunjung tuntas karena pihak yang mengaku pemilik tanah di Desa Rawa Rengas tidak mengajukan gugatan ke pengadilan.

Di tengah aksi demo, seorang ibu-ibu alias mak-mak mencuri perhatian. Ia adalah Sadiah, warga Rawa Rengas. Wanita ini histeris saat melihat anaknya lemas dan pucat. Anak kecil berjenis kelamin perempuan itu baru berusia 2 tahun.

“Anaknya ibu Sadiah itu baru umur 2 tahun, Saya lupa nama anaknya,” kata Ida, salah satu peserta aksi.

Si batita tersebut diketahui lemas dan pucat ketika demonstran berhenti menyampaikan orasi karena memasuki azan Zuhur. Sadiah dan anak tersebut pun langsung dilarikan ke klinik terdekat untuk penanganan medis.

Sementara itu, massa di PN Tangerang menyuarakan penolakan eksekusi eksekusi bangunan di lahan yang terkena dampak perluasan landasan pacu 3 Bandara Soekarno-Hatta. Warga meminta pembayaran ganti rugi terlebih dahulu.

“Ada 63 bidang tanah, memiliki 63 bangunan, 145 kepala keluarga, dan 756 jiwa. Kita tetap menolak eksekusi dan meminta bangunan kami terlebih dahulu dibayarkan jika memang mau dieksekusi,” ujar Wawan, warga Desa Rawa Rengas. (odo/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya