oleh

Gelorakan MRSF, Polresta Tangerang Gelar Cerdas Cermat

Tangerang7.com, Tigaraksa – Satlantas Polresta Tangerang menyelenggarakan cerdas cermat lalu lintas di Gedung Serbaguna Pemda Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Kamis (24/1/2019). Lomba dalam rangka menyemarakkan Millennial Road Safety Festival atau MRSF itu diikuti pelajar tingkat SMA.

Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Ari Satmoko mengatakan, cerdas cermat bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai tertib berlalu lintas di kalangan pelajar. Pasalnya, usia produktif yakni 14 – 30 tahun rentan dalam kecelakaan. Begitu pula korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas lebih banyak usia produktif.

“Cerdas cermat ini fokus pada pengujian materi tentang aturan dan tata tertib berlalu lintas di jalanan. Tim juri bukan hanya dari kepolisian, tetapi juga dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang,” jelas Ari.

Sementara KBO Lantas Satlantas Polresta Tangerang Iptu I Made Artana mengatakan, ada 9 SMA yang ikut serta pada cerdas cermat itu. Tiap sekolah mengirimkan 3 duta lalu lintas untuk adu ketajaman berpikir dan ketangkasan seputar aturan berlalu lintas.

“Kami menilai bahwa rata-rata mereka memahami aturan berlalu lintas, seperti arti dan fungsi STNK, TNKB, rambu-rambu lalu lintas dan lain sebagainya. Kami bahkan berencana menjadikan cerdas cermat ini sebagai agenda tahunan,” ujar Made.

Dia mengatakan, penegakan hukum bukan solusi satu-satunya dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Selama ini polisi telah melakukan berbagai upaya preemtif di antaranya sosialisasi ke sekolah-sekolah, perusahaan-perusahaan, dan komunitas-komunitas.

“Kita selalu melakukan kegiatan edukatif kepada seluruh kalangan masyarakat, termasuk cerdas cermat lalu lintas. Ini penting karena kurikulum lalu lintas belum ada di sekolah,” tandas Made.

Perlu Peran Serta Semua Pihak

Polisi pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh program Korlantas Mabes Polri yakni Millennial Road Safety Festival. Menurut Made, orang tua dan pihak sekolah harus berperan aktif dan serius dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Orang tua misalnya, jangan memberi apalagi membeli motor kepada anak yang belum cukup umur atau belum memiliki SIM.

“Pihak sekolah juga tegas, jangan bolehkan siswa membawa motor ke sekolah kalau belum punya SIM. Bisa juga dilakukan di tingkat kampung atau RT, misalnya tidak membuka portal kalau yang membawa motor masih di bawah umur,” pungkas Made. (sly/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya