oleh

Garang di Jalan, Menangis di Kantor Polisi

Adi dijerat pasal sesuai KUHP tentang membuat surat palsu, penipuan dan penggelapan, dan atau penadahan serta menghancurkan barang yang digunakan untuk membuktikan sesuatu di muka petugas yang berwenang. Ia juga dijerat pasal merusak barang milik orang lain.

“Pasal 263 dan atau pasal 372 dan atau pasal 378 juncto pasal 480 dan atau pasal 233 dan atau pasal 406 KUHP. Ancaman hukumannya sampai dengan 6 tahun penjara,” jelas Ferdy.

Adapun untuk pelanggaran lalu lintas, Adi dijerat sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di mana, melanggar pasal 281, pasal 288 ayat 1, pasal 280, pasal 291 ayat 1 dan ayat 2, serta pasal 282. Sebab, Adi tidak memiliki SIM saat berkendara, berkendara tidak dilengkapi dengan STNK, tidak memasang pelat nomor yang sesuai, tidak memakai helm SNI, membiarkan penumpang tidak menggunakan helm, dan tidak mematuhi perintah yang diberikan petugas kepolisian.

Minta Maaf dan Menangis

Dalam rilis kasus, Adi ikut ditunjukkan. Ia mengenakan kaus tahanan warna jingga. Bodi motor yang dicabik-cabik Adi juga dipamerkan. Dengan tangan diborgol dan kepala tertunduk, Adi meminta maaf di hadapan anggota Polres Tangsel. Ia tak segarang pada saat melakukan perusakan sepeda motornya.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat seluruh Indonesia, khususnya kepada polisi atas perbuatan saya yang tidak terpuji. Dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ucap Adi tertunduk menangis.

Ia berterima kasih kepada anggota Polres Tangsel yang sudah memperingatkan dirinya agar tertib berlalu lintas. “Saya juga berterima kasih kepada pak polisi yang telah menegur saya, agar saya berkendara lebih baik dan lebih mematuhi lalu lintas. Sekali lagi, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan juga kepolisian. Mohon permintaan maaf saya diterima,” imbuh Adi.

Penjual Motor Buron

Polisi kini memburu pria berinisial D, penjual sepeda motor kepada Adi. D menjual motor Honda Scoopy berwarna merah putih melalui media sosial Facebook. Adi membeli dengan harga murah, yakni Rp 3 juta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya