oleh

Forum Pegawai Honorer Tangsel Tuntut Gaji Setara UMK

Tak Dapat Prioritas di Seleksi CPNS 2019

“Jangan hanya bagusnya buat pimpinan, tetapi tidak ada bahwa kita pengorbanannya lebih tinggi daripada pimpinan. Bagusnya mereka juga karena kita-kita sebagai pelaksana”

Tangerang7.com, Ciputat – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 tidak memberikan prioritas kepada pegawai honorer.

Pemerintah Kota Tangsel mengalokasikan 222 formasi dalam penerimaan CPNS 2019. Sebagian besar untuk mengisi posisi tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.

“Gini, tes sekarang ini kita betul-betul profesional dan tidak ada siapa pun, tidak ada prioritas, siapa saja,” kata Kepala BKPP Kota Tangsel Apendi, dikutip dari WartakotaLive.com pada Jumat (15/11/2019).

Jika pegawai honorer ingin menjadi PNS, diharuskan mengikuti prosedur seperti peserta seleksi CPNS lainnya. Mulai dari pendaftaran secara daring alias online hingga tes seleksi nanti.

Apendi juga menyarankan pegawai honorer dapat mengikuti jalur lainnya melalui seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Jadi, tidak ada prioritas anak siapa pun, karena ke depan itu PNS yang cerdas dan berkualitas,” ujar dia.

Sementara itu, Forum Honorer Kota Tangsel berharap mendapat 60 persen dari 222 formasi seleksi CPNS 2019 di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel. Pasalnya, banyak pegawai yang sudah bertahun-tahun bekerja sebagai honorer.

Namun, permintaan itu tidak dapat diterima oleh pemerintah daerah setempat. Pemerintah Kota Tangsel tetap meminta pegawai honorer untuk mengikuti tes seperti peserta seleksi CPNS lainnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Forum Honorer Kota Tangsel Abdul Azis, menerima secara lapang dada atas kebijakan tersebut.

“Artinya kita kembalikan lagi kepada forum honorer, anggota-anggota honorer untuk mengikuti tes CPNS itu dengan persyaratan IPK 3,” kata Azis.

Kendati demikian, dia tetap berharap pegawai honorer di Tangsel bisa mendapatkan upah yang layak. Azis mengatakan, setelah tuntutannya agar 60 persen CPNS diprioritaskan untuk honorer ditolak, kini Forum Honorer Kota Tangsel berharap mendapatkan upah setidaknya setara dengan Upah Minimum Kota (UMK).

“Selanjutnya nanti kami ingin UMK, jadi kami ingin diberikan UMK,” ujar dia.

Menurut dia, peran pegawai honorer sangat penting di dalam suatu institusi. Atas dasar itu Azis mengajukan permintaan kenaikan upah.

“Jangan hanya bagusnya buat pimpinan, tetapi tidak ada bahwa kita pengorbanannya lebih tinggi daripada pimpinan. Bagusnya mereka juga karena kita-kita sebagai pelaksana,” pungkas dia. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya