oleh

Farmer’s Market Summarecon Mal Serpong Jual Pangan Ilegal

Tangerang7.com, Kelapa Dua – Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan melakukan intensifikasi pengawasan makanan di Kabupaten Tangerang. Inspeksi pada Rabu (15/5/2019) tidak hanya menyisir pasar tradisional, tetapi termasuk pusat perbelanjaan.

Salah satu sarana distribusi pangan yang dirazia yaitu Farmer’s Market Summarecon Mal Serpong, Jalan Raya Gading Serpong, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Alhasil, sejumlah makanan pada ritel modern itu tidak memiliki izin edar alias ilegal.

Kepala Loka POM di Kabupaten Tangerang Wydia Savitri mengatakan, dalam inspeksi di kawasan mal ternama tersebut, petugas menemukan sebanyak 6 item pangan tanpa izin edar (TIE), 1 item pangan dengan kemasan rusak, serta 36 item pangan tidak memenuhi ketentuan (TMK) label.

Tidak hanya itu. Petugas mengambil sampel dan melakukan pengujian kandungan terhadap 11 jenis makanan siap saji. Petugas menggunakan alat tes cepat (rapid test kit). Hasilnya, semua sampel itu dinyatakan memenuhi syarat.

“Ya, kami tadi melakukan inspeksi pangan di kawasan SMS, tepatnya di Farmer’s Market. Di sana ditemukan 6 item pangan TIE, 1 item kemasan rusak, dan 36 item TMK label. Untuk hasil rapid test kit semuanya memenuhi syarat,” jelas Wydia saat dikonfirmasi Tangerang7.com.

(Dokumentasi BPOM di Kabupaten Tangerang)

Ia mengatakan, sebelum masuk kawasan SMS, petugas menggelar kegiatan serupa di Pasar Kelapa Dua. Di sana, ditemukan sebanyak 14 item pangan TIE dan 14 item pangan TMK label. Kemudian, ada 1 jenis makanan yang diduga positif mengandung rhodamin B, yaitu kue mangkuk.

“Diperkirakan nominal temuan seluruhnya sekitar 31,9 juta rupiah. Kami mengimbau agar masyarakat senantiasa cerdas dengan cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli,” tandas Wydia.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan dari manajemen Summarecon Serpong. Upaya konfirmasi yang disampaikan wartawan Tangerang7.com melalui pesan WhatsApp kepada Humas Summarecon Serpong, Christina Manihuruk, belum direspons. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya