oleh

Edaran Bupati Tak Diindahkan, Bar di Summarecon Serpong Tetap Jual Minol

Tangerang7.com, Tangerang – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menerbitkan surat edaran perihal larangan menjual minuman beralkohol atau minol. Imbauan ini berlaku mulai H-3 Ramadan sampai dengan H+7 Idulfitri 1440 Hijriah.

Dalam surat bernomor 338/1432-SPPP/2019 itu, Zaki meminta agar tempat usaha hiburan, karaoke, spa, diskotek, klub malam, bar, panti pijat, kafe, biliar, dan restoran se-Kabupaten Tangerang, tidak beroperasi sementara waktu.

Tujuannya adalah untuk mewujudkan ketenangan dan kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa selama Ramadan 1440 Hijriah, serta dalam rangka menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di Kabupaten Tangerang.

“Dilarang menjual minuman beralkohol golongan A, B, dan C selama bulan suci Ramadan sesuai dengan Pasal 11 ayat 5 Perbup Tangerang Nomor 14 Tahun 2016,” bunyi poin ke tiga surat edaran tersebut.

Larangan penjualan minol itu didasarkan pada Perda Kabupaten Tangerang Nomor 20 Tahun 2004 tentang ketenteraman dan ketertiban umum, Perda Kabupaten Tangerang Nomor 9 Tahun 2008 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol, serta Perbup Tangerang Nomor 14 Tahun 2016 tentang peraturan pelaksanaan Perda Kabupaten Tangerang Nomor 9 Tahun 2008.

Namun, meskipun ada larangan menjual minol selama bulan puasa, masih terdapat pelaku bisnis justru menyediakan tempat mengonsumsi minuman haram itu. Kawasan Downtown Walk Summarecon Mal Serpong adalah salah satunya.

Di sana, orang dengan mudah membeli dan menenggak minol sesuka hati. Ada banyak minol jenis bir impor yang dijual di pusat keramaian tersebut. Seperti Erdinger, Duvel, Paulener, dan Warsteiner Premium. Ada juga bir jenis lokal tersedia di sini mulai dari Bintang Draught, Bali Hai, Anker, hingga Heineken Draught.

Pantauan Tangerang7.com, Jumat (10/5/2019) malam, terdapat tiga bar di Downtown Walk Summarecon Mal Serpong tersebut. Masing-masing dua The Barrels dan satu Mamas. Pada dua bar tampak banyak pengunjung dengan gelas dan botol minol berbagai merek di atas meja. Pemandangan ini terlihat jelas dari luar kedai.

Pengunjung yang tidak kebagian tempat pun bisa mengonsumsi minol di luar bar, di tempat yang lebih terbuka lengkap dengan meja kursi yang tersedia di sana. Hanya saja, botol minol tak boleh dibawa ke luar bar. Minol yang dibeli dituang terlebih dahulu dalam pitcher set.

Sebagian besar pengunjung bar adalah pekerja swasta. Tetapi banyak juga mahasiswa nongkrong di Downtown Walk ditemani minol. Ironinya, ada anak kecil bersama ibunya duduk di kursi kawasan itu.

Menurut salah seorang pengendara ojek daring (online) yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis, tiga bar di Summarecon Mal Serpong selalu buka tiap hari. Tempat-tempat meminum minol tersebut tidak pernah prei meskpiun bulan puasa. Pria itu mengaku sering membeli makanan pesanan konsumen di kawasan Downtown Walk.

“Memang buka setiap malam. Kalau bulan puasa tutupnya lebih cepat, sekitar jam dua belasan,” kata driver laki-laki itu ditemui di depan The Barrels.

Foto ini diambil pada Jumat (10/5/2019) malam. (Rizal Natallion/Tangerang7.com)

Sebelumnya, penjualan bebas minol di Kabupaten Tangerang mendapat sorotan legislator, terutama di tempat umum dan ruang terbuka. Terlebih sudah ada aturan terkait pengawasan dan pengendalian minol di kabupaten berjuluk kota seribu industri itu.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Ahmad Supriadi meminta pelaku bisnis penjualan minol agar taat pada aturan. Supriadi beberapa waktu lalu menerima informasi dari masyarakat bahwa salah satu bar di kawasan Summarecon Mal Serpong menjual minol tidak sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Menurut politikus PDIP ini, boleh atau tidak menjual minol tergantung izin. Jika izin dikeluarkan, tentu pemerintah daerah memiliki pertimbangan tersendiri. “Tetapi jika tidak diizinkan tentu hal itu tidak boleh. Kalau praktiknya menyalahi aturan ya wajib untuk diluruskan,” kata Supriadi kepada Tangerang7.com, Jumat (22/3/2019) lalu.

Sekadar diketahui, aturan pengedaran dan penjualan minol termaktub dalam Peraturan Bupati Tangerang Nomor 14 Tahun 2016 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Kabupaten Tangerang Nomor 9 Tahun 2008. Salah satu ketentuan dalam perbup tersebut yakni semua minol apapun jenisnya, berapapun kadar alkoholnya, hanya boleh diminum pada tempat-tempat yang diizinkan.

Tempat-tempat yang diizinkan itu di antaranya tempat tertutup dan tidak mudah terlihat. “Berarti, kalau di ruang terbuka ya tidak boleh,” tandas Supriadi.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan dari manajemen Summarecon Serpong. Upaya konfirmasi yang disampaikan wartawan Tangerang7.com melalui pesan WhatsApp kepada Humas Summarecon Serpong, Christina Manihuruk, belum direspons. Sementara akun WhatsApp yang bersangkutan dalam posisi online. (odo/fdy/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya