oleh

Duel Beda Kasta, Pelatih Persita Tetap Bangga Kalah dari Arema

Tangerang7.com, Kelapa Dua – Persita Tangerang menelan kekalahan dari Arema FC dalam laga leg kedua Piala Indonesia, Minggu (03/02/2019) malam. Kekalahan tuan rumah terjadi setelah gawang Pendekar Cisadane dijebol 3 kali di Stadion Utama Sport Center Kabupaten Tangerang, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua.

Gol diciptakan pada menit 24, 77, dan 90+4. Gol pertama Arema FC diciptakan oleh Makan Konate pada menit 24. Konate mencetak gol dari luar kotak penalti. Lalu menyarangkan bola tepat di sisi kiri kiper Persita, Yogi Triyana.

Menginjak babak kedua, pertandingan makin seru lantaran Persita berusaha keras mengejar ketertinggalan. Namun, pertandingan babak kedua berjalan tak berbeda dengan babak pertama.

Menit 56, Dedik Setiawan juga membuka peluang. Tetapi, tendangan keras ke arah gawang berhasil dihalau kiper Persita.

Menit ke-63 terjadi insiden yakni kepala pemain depan Arema, Robert Gladiatior, berdarah. Hal itu terjadi akibat duel sundulan dengan Rio Ramandika.

Diduga kepala penyerang Arema itu terkena sikut tangan Rio. Tak berselang lama tim medis datang. Robert pun dapat melanjutkan pertandingan.

Wasit menyatakan bola hasil tendangan Robert sebagai gol. Pada menit ke-78, pertandingan ditunda karena penonton menyalakan flare.

Pertandingan dimulai kembali di menit ke-84. Di ujung laga, menit ke-94, pemain Arema nomor 9, Ahmad Nur Hardianto menambah keunggulan Arema menjadi 0-3.

Asisten Pelatih Persita Tangerang Wiganda Saputra mengakui anak asuhnya bermain di bawah level permainan Arema FC yang memiliki beberapa pemain asing berkelas. Target dari manajemen tim yang hanya mengukur kekuatan skuat saat ini menjadi alasan evaluasi kekuatan tim ke depan menjelang bergulirnya Piala Presiden 2019 serta Kompetisi Liga 2 Indonesia 2019-2020.

“Dapat dilihat perbedaan level permainan di lapangan dari kedua tim. Hadirnya pemain asing jelas membuat perbedaan. Dari Piala Indonesia ini pasti kami jadikan evaluasi terkait komposisi pemain ke depan,” terang Wiganda.

Sementara dilansir Bola.com Minggu (03/02/2019), Wiganda menilai para pemainnya mampu memberikan perlawanan dengan baik dan menciptakan begitu banyak peluang untuk mencetak gol.

“Hari ini kami mendapatkan banyak peluang bagus. Kami bermain tidak seperti di pertandingan sebelumnya, hari ini kami mendapatkan lebih banyak peluang. Kami bermain lebih berani dengan menerapkan permainan dari kaki ke kaki. Kami bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan di pertandingan kemarin,” ujar Wiganda.

Wiganda menegaskan tidak mempermasalahkan kekalahan dari Arema. Asisten Pelatih Persita itu bahkan melihat para pemainnya mampu tampil bagus dan mengawal sejumlah pemain penting Arema, terutama Makan Konate.

“Saya tidak menyalahkan para pemain yang saya miliki karena memang kami kalah kelas. Saya tetap bangga melihat mereka bermain di lapangan. Bahkan mereka mampu mengawal Konate seperti yang saya inginkan dan berhasil menggagalkan serangan dari Konate,” lanjut Wiganda mengenai performa Persita.

Gelandang Persita, Adittia Gigis Hermawan, juga mengakui timnya kalah kelas dari Arema sehingga mengalami kekalahan.

“Semua seperti yang sudah disampaikan oleh pelatih. Kami beda kasta dengan mereka. Arema berada di Liga 1 dan kami di Liga 2. Kami sudah menampilkan permainan terbaik, tapi hasilnya tidak bisa dibohongi,” ujar Gigis.

Kekalahan ini membuat Persita tersingkir. Arema lolos ke 16 besar Piala Indonesia dengan agregat 7-1. (mus/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya