oleh

Dua Kerugian bagi Pengguna VPN Menurut Analis Medsos

Tangerang7.com – Pemerintah menerapkan pembatasan akses di media sosial, khususnya fitur pengiriman video dan gambar. Kebijakan ini sejak Selasa (21/5/2019).

Sejumlah masyarakat pun menjadi tidak leluasa dalam berkomunikasi secara daring (online). Lantas, masyarakat berbondong-bondong mengunduh virtual private network (VPN). Tujuannya, agar dapat mengakses aplikasi yang dibatasi tersebut.

Namun, ternyata penggunaan VPN berdampak buruk bagi pengguna. Menurut analis media sosial, Ismail Fahmi, situs-situs yang dimasuki pengguna akan tertuju pada server VPN dalam bentuk enkripsi-enkripsi data.

“Hal yang berbahaya yang bisa terjadi adalah data-data pribadi bisa dicuri kalau datanya tidak dienkripsi oleh server VPN. Misalnya, kita mengakses situs apa saja itu terekam oleh server VPN dan tahu kebiasaan dan kesukaan kita,” ujar Ismail, seperti dilansir Kompas.com, Jumat (24/5/2019).

Iklan tertarget

Ia mengatakan, akibat yang paling sering terjadi ketika server VPN tahu kebiasaan pengguna adalah jejak klik yang dilakukan pengguna. Jejak itu bisa dijadikan iklan yang lebih sesuai target (targeted ad) setelah tahu situs yang sering kita kunjungi.

Sebagai contoh, jika pengguna terus mengakses ke sejumlah situs yang berbeda, hal ini membuat server VPN mengenali apa kesukaan dan kebiasaan pengguna yang bisa dimanfaatkan situsnya sebagai iklan.

Virus atau malware

Menurut pendiri Drone Emprit ini, akses VPN juga bisa membelokkan pengguna melalui koneksi internet yang disalurkan ke server VPN. Apabila pengguna VPN tidak jeli dan cermat dalam menggunakan aksesnya, ia bisa juga terserang virus malware yang dijangkit melalui situs tertentu.

“Kadang-kadang dia bisa juga membelokkan ke halaman A, tapi sama server VPN-nya dibelokkan ke halaman B dulu. Nah kalau di halaman B itu ada yang kita klik dan halaman itu sudah dikasih virus trojan itu akan terinstal di ponsel kita,” ujar Ismail.

Menularnya trojan ini juga menjadi dampak buruk bagi pemilik ponsel. Menurut Ismail, adanya trojan dalam ponsel bisa dikendalikan oleh si pembuat virus. Pembuat virus bisa leluasa merekam apa pun yang kita ketik, termasuk kode kata sandi (password). (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya