oleh

Drama Penalti Terulang, Persita Nyaris Kalah Lawan Perserang

Tangerang7.com, Kelapa Dua – Persita Tangerang kini berada di posisi keenam klasemen sementara Liga 2 2019 wilayah Barat. Hal itu menyusul hasil laga pekan kedelapan saat tim berjuluk Pendekar Cisadane ini menjamu Perserang Serang di Stadion Utama Sport Center Kabupaten Tangerang, Dasana Indah, Kelapa Dua, Minggu (28/7/2019).

Padahal, sebelum laga kandang tersebut, Persita menempati urutan kelima dan Perserang di urutan keenam klasemen sementara Liga 2 2019 wilayah Barat. Pada pertandingan di rumput kabupaten berjuluk kota seribu industri itu, Persita nyaris menelan pil pahit dari sang mantan yakni Hari Habrian. Ia merupakan mantan pemain andalan Persita.

Jauh sebelum laga pekan kedelapan, manajemen Persita mengaku mewaspadai serangan Hari. Terlebih karena ia menguasai sistem pertahanan dan pola permainan Pendekar Cisadane. Namun, ternyata skuat Persita kebobolan lewat penalti. Berawal saat Asep Budi membuat jatuh salah satu pemain Perserang di area gawang. Wasit pun memberikan hukuman penalti dan dieksekusi oleh Hari hingga berbuah manis untuk Perserang.

Diketahui, kebobolan lewat drama penalti bukan pertama kali dirasakan oleh Persita selama musim Liga 2 2019. Sejauh ini sudah empat kali, di mana tiga laga berakhir takluk dan satu laga seri. Persita takluk 0-1 lewat drama penalti saat bertandang melawan PSCS Cilalap, Persiraja Banda Aceh, dan PSMS Medan.

Pada babak pertama laga derbi kontra Perserang, skuat Persita Tangerang tampak lebih menguasai bola. Namun, beberapa tendangan yang mengarah ke gawang lawan tidak membuahkan hasil. Hingga turun minum, skor bertahan 0-0.

Babak kedua, permainan berlangsung sengit. Kedua kesebelasan saling menyerang dan ngotot menembus pertahanan lawan. Sayang, salah satu pemain Perserang terjatuh di area gawang dan wasit menjatuhkan hukuman penalti. Hari pun tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Lewat drama penalti tersebut skor berubah menjadi 0-1 untuk kemenangan Perserang.

Beruntung, beberapa menit kemudian skuat Persita berhasil menguasai lini pertahanan Perserang. Berawal dari umpan yang baik, Sirvi Arvani bisa menembus gawang Perserang. Skor pun menjadi 1-1. Hingga wasit membunyikan peluit pertanda permainan usai, angka seri tersebut tidak berubah.

Menanggapi kegagalan meraih kemenangan di kandang sendiri, Pelatih Kepala Persita Widodo Cahyono Putro mengaku hasil itu memang di luar ekspektasinya. Sebab, Persita sebelumnya menargetkan untuk menaklukkan Perserang.

“Pertandingan tadi memang di luar ekspektasi kami, di mana kami menargetkan poin penuh ya. Tapi hasil berbicara lain,” kata Widodo kepada wartawan.

Kendati demikian, mantan pelatih Bali United FC ini tak luput menyampaikan terima kasih atas kerja keras semua pemain Persita. Dia berharap, Pendekar Cisadane ke depan lebih maksimal lagi. “Kita harus maksimalkan. Untuk bisa mengubah posisi, tentu di setiap pertandingan kita harus bisa menang,” tandas Widodo. (mus/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya