oleh

DPRD Minta Pemilik Bar di Summarecon Serpong Jual Minol Sesuai Aturan

Tangerang7.com, Tangerang – Penjualan bebas minuman beralkohol atau minol di Kabupaten Tangerang menimbulkan sorotan legislator, terutama di tempat umum dan ruang terbuka. Terlebih sudah ada aturan terkait pengawasan dan pengendalian minol di kabupaten berjuluk kota seribu industri itu.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Ahmad Supriadi meminta pelaku bisnis penjualan minol agar taat pada aturan. Belum lama ini, Supriadi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa salah satu bar di kawasan Summarecon Mal Serpong menjual minol tidak sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Menurut politisi PDIP ini, boleh atau tidak menjual minol tergantung izin. Jika izin dikeluarkan, tentu pemerintah daerah memiliki pertimbangan tersendiri. “Tetapi jika tidak diizinkan tentu hal itu tidak boleh. Kalau praktiknya menyalahi aturan ya wajib untuk diluruskan,” kata Supriadi kepada Tangerang7.com, Jumat (22/3/2019).

Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Tangerang ini pun mengapresiasi langkah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tangerang, karena melakukan pemanggilan terhadap manajemen Summarecon Mal Serpong perihal meminta klarifikasi dugaan pelanggaran dalam praktik penjualan minol di sekitar Downtown Walk. “Ini harus ditindaklanjuti secara serius, kalau memang masih membandel ya kasih sanksi,” tandas Supriadi.

Anggota legislatif asal Dapil 5 Kabupaten Tangerang ini menjelaskan, aturan pengedaran dan penjualan minol dikuatkan dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Tangerang Nomor 14 Tahun 2016 tentang Peraturan Pelaksanaan Perda Kabupaten Tangerang Nomor 9 Tahun 2008. Salah satu ketentuan dalam perbup tersebut yakni semua minol apapun jenisnya, berapapun kadar alkoholnya, hanya boleh diminum pada tempat-tempat yang diizinkan.

“Tempat-tempat yang diizinkan itu di antaranya tempat tertutup dan tidak mudah terlihat. Berarti, kalau di ruang terbuka ya tidak boleh,” pungkas Supriadi.

DPMPTSP Beri Waktu Beberapa Hari

Kepala Bidang C DPMPTSP Kabupaten Tangerang Ana Shoba membenarkan pemanggilan kepada manajemen Summarecon Mal Serpong. Ia mengakui ada iktikad baik dari pengelola pusat perbelanjaan ternama tersebut.

“Mereka kooperatif dan berjanji menyampaikan teguran kepada tenant minol tersebut. Dari segi izin memang ada, tapi praktiknya itu yang salah. Nanti kita lihat sejauh mana keseriusan mereka beberapa hari ke depan,” kata Ana kepada Tangerang7.com, Kamis (21/3/2019).

Dia menjelaskan, pengawasan minol merupakan kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang. Dalam penindakan tentu melibatkan penegak perda yaitu Satuan Polisi Pamong Praja.

Sementara itu, menilik Perda Kabupaten Tangerang Nomor 9 Tahun 2008, minol diklasifikasikan dalam tiga golongan. Terdiri dari minol golongan A berkadar etanol (C2H5OH) 1-5 persen, minol golongan B berkadar
etanol lebih dari 5-20 persen, dan minol golongan C berkadar etanol lebih dari 20-55 persen.

Adapun penjualan langsung minol golongan B dan C secara eceran untuk diminum di tempat hanya diizinkan di hotel berbintang 3, 4 dan 5, restoran dengan tanda talam kencana dan talam selaka, bar termasuk pub dan klub malam. Penjualan langsung minol golongan B dan C hanya diizinkan pada siang hari pukul 12.00-15.00 WIB dan malam hari pukul 20.00-23.00 WIB, serta pada hari libur di luar hari raya keagamaan waktu penjualan diperpanjang maksimal sampai pukul 24.00 WIB.

Kemudian, pengelola atau penanggung jawab usaha dan atau tempat penjualan minol wajib melarang orang yang belum berumur 21 tahun membeli dan atau mengonsumsi minol yang disediakan pengelola, serta dilarang menjual minol kepada selain pengunjung dan hanya untuk diminum di tempat.

Pasal 14 perda itu mengatur larangan membawa, mengedarkan, menggunakan minol golongan B dan C untuk dikonsumsi di tempat umum. Selanjutnya, dilarang mengedarkan, menjual, dan minum minol golongan B dan C di warung atau kios minuman, tempat olahraga, gelanggang remaja, gelanggang permainan dan ketangkasan, rumah biliar, rumah makan, kantin/kafetaria, griya pijat/spa, pedagang kaki lima, terminal, stasiun, penginapan remaja, perkantoran, dan karaoke.

Larangan serupa juga berlaku di tempat berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah dan atau kampus, perpustakaan, laboratorium, rumah sakit, arena bermain anak-anak, permukiman, dan perkantoran. Begitu pula di pasar swalayan atau supermarket, mini market, pasar serba ada, dan pasar tradisional.

Dari Anker hingga Gilbeys dan Vibe

Namun, meskipun ada larangan mengonsumsi minol di ruang publik seperti pusat perbelanjaan dan tempat keramaian lainnya, masih terdapat pelaku bisnis justru menyediakan tempat mengonsumsi minuman haram itu di tempat terbuka.

Kawasan Downtown Walk Summarecon Mal Serpong adalah salah satunya. Di sana, orang dengan mudah membeli dan menenggak minol sesuka hati. Bagi penggemar minuman mengandung etanol, tak sulit menemukan tempat menenggak minol di area Downtown Walk.

Ada banyak minol jenis bir impor yang dijual di pusat keramaian tersebut. Seperti Erdinger, Duvel, Paulener hingga Warsteiner Premium. Ada juga bir jenis lokal tersedia di sini mulai dari Bintang Draught, Bali Hai, Anker, hingga Heineken Draught.

“Di sini ada berbagai pilihan kadar alkoholnya dan berbagai merek. Dari yang 4,8 persen sampai sekitar 40 persen. Kalau mau yang bagus ada Gilbeys Distiller Blend dan Vibe Exotic Lychee,” kata seorang pelayan salah satu bar atau kedai tempat minum-minum di Downtown Walk SMS, Jumat (15/3/2019) malam.

Pada malam itu, bar di Downtown Walk Summarecon Mal Serpong tersebut tampak sudah dipenuhi pengunjung dengan gelas dan botol minol berbagai merek di atas meja. Pemandangan ini terlihat jelas dari luar kedai.

Sementara pengunjung yang tidak kebagian tempat, bisa meminumnya di luar bar, di tempat yang lebih terbuka lengkap dengan meja kursi yang tersedia di sana. Syaratnya, botol minol tak boleh dibawa ke luar bar. Minol yang dibeli dituang terlebih dahulu dalam pitcher set.

Pengunjung yang minum minol di area Downtown Walk itu berasal dari berbagai kalangan. Sebagian besar adalah pekerja swasta. Tetapi banyak juga mahasiswa nongkrong di Downtown Walk ditemani minol.

Pengunjung bebas menikmati bir maupun jenis minol lainnya di area Downtown Walk ini sampai pukul 24.00 WIB setiap harinya. Bahkan di akhir pekan, tempat penjualan minol itu baru akan tutup pukul 03.00 WIB.

Hingga berita ini ditayangkan, Humas Summarecon Mal Serpong Christina Manihuruk belum menanggapi pertanyaan yang disampaikan wartawan Tangerang7.com melalui pesan WhatsApp ihwal penjualan minol di sekitar Downtown Walk, termasuk konfirmasi pemanggilan dari DPMPTSP Kabupaten Tangerang. Wartawan Tangerang7.com terus berupaya untuk meminta konfirmasi. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya