oleh

DMI Tangsel Sosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19

Tangerang7.com, Ciputat – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel lakukan pembinaan kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangsel dalam upaya adaptasi kebiasaan baru di masjid. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie di Gedung 1 lantai 3A Puspemkot Tangsel, Selasa ( 14/7/2020).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Tangsel, Lilis Suryani dalam sambutannya mengatakan, pihaknya ingin mengajak para pengurus DMI untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat atau jamaah agar tetap mengenakan masker dan jaga jarak ketika melaksanakan ibadah di masjid.

“PSBB diperpanjang, kita ingin para pegurus DMI ini memberikan motivasi kepada masyarakat dan memberikan wawasan kepada masyarakat agar tetap waspada,” kata dia.

Lilis menambahkan, jika dalam memberikan motivasi pihaknya mengatakan new normal, dapat dipastikan sebagian masyarakat enggan mengenakan masker dan jaga jarak.

“Peran bapak ibu inilah untuk menyampaikan kepada masyarakat. Masker itu masih harus kita gunakan, jaga jarak itu penting serta mengikuti protokol kesehatan covid adalah keharusan,” jelasnya.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak menyampaikan, proses ibadah di rumah ibadah diperbolehkan dengan ketentuan tidak melebihi kapasitas. Beberapa acara keagamaan pun diperbolehkan untuk mengadakan acara, namun dengan batas sesuai dengan protokol kesehatan.

“Jadi misalnya ada masjid yang memang di bawahnya itu ada aula yang digunakan menikah, ya boleh, tapi tidak melebihi kapasitas 30 persen,” terangnya.

Kegiatan yang sama sekali tidak diperbolehkan adalah tabligh akbar. Dikhawatirkan warga di luar Tangsel ikut berpatisipasi kegiatan tersebut, sehingga memungkinkan terjadinya penularan covid-19 secara masif.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama wakil DMI Kota Tangerang Selatan kompak menyepakati dan mendukung program PSBB terusan ini. Mereka berharap masyarakat bisa mematuhinya dengan baik sampai dengan pemerintah menemukan solusi untuk bisa memutus mata rantai covid-19.

Benyamin mengungkap, untuk indeks penularan covid-19 mencapai 0,28. Hal ini terjadi disebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat dibanding sebelumnya.

Sementara saat ini, pasien positif yang ada di Kota Tangsel tercatat 690 sembuh dengan 21 dirawat dan sudah 10 yang meninggal dunia. Melihat fakta tersebut masyarakat diimbau tidak boleh lengah, protokol kesehatan tetap harus dijalankan.

Dengan adanya informasi ini Benyamin berharap agar aktivitas masyarakat tetap harus memenuhi standar covid-19, bahkan dalam ibadah sekalipun. Sehingga dapat membantu pemerintah dalam memutus mata rantai covid-19. (rls/mad/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya