oleh

Ditangkap di Kedai Kopi Bintaro, Direktur PT KS Wisnu Kuncoro Tersangka Suap

Tangerang7.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel Wisnu Kuncoro sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang. Penetapan tersangka ini menandai perusahaan di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) ataupun swasta belum sepenuhnya bebas dari praktik korupsi.

“Kami berharap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (KS) dan seluruh BUMN bisa dilakukan secara transparan dan menutup kesempatan bagi orang tertentu menjadi perantara sehingga industri bisa kompetitif,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (23/3/2019) malam.

Turut diumumkan sebagai tersangka adalah pihak swasta yang bertindak sebagai perantara, yaitu Alexander Muskita dan dua pengusaha sebagai pemberi suap. Dua orang itu ialah Presiden Direktur PT Grand Kartech Kenneth Sutardja dan Direktur Operasional Grup Tjokro, Kurniawan Eddy Tjokro. Saat ini, KPK masih mencari keberadaan Kurniawan.

Fee 10 Persen

Kasus yang membuat Wisnu ditangkap KPK ini bermula dari adanya kebutuhan barang dan peralatan terkait dengan keperluan mesin boiler dan bucket yang masing-masing bernilai Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar. Terkait hal itu, Alexander lalu menawarkan beberapa rekanan kepada Wisnu yang langsung disetujui dan diikuti kesepakatan imbalan.

“Melalui AMU (Alexander), disepakati commitment fee dengan rekanan yang disetujui, yaitu PT GK (Grand Kartech) dan GT (Grup Tjokro) senilai 10 persen dari kontrak,” ujar Saut Situmorang.

Alexander lalu minta Rp50 juta ke Kenneth dan Rp100 juta ke Kurniawan. Alexander lalu menerima cek Rp50 juta dari Kurniawan serta uang 4.000 dollar AS dan Rp45 juta dari Kenneth. Uang itu disetor Alexander ke rekeningnya.

Saat ditangkap Jumat sekitar pukul 18.30 WIB di sebuah kedai kopi pusat perbelanjaan di daerah Bintaro, Kota Tangsel, Alexander sedang menyerahkan Rp20 juta kepada Wisnu. “Jangan lihat jumlahnya, tetapi industrinya yang mesti kita jaga,” kata Saut.

Sekitar pukul 21.30 WIB Sabtu, ketiga tersangka satu per satu meninggalkan ruang penyidikan untuk dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK K-4. Mereka berturut-turut Alexander yang disangkakan sebagai perantara dan penerima suap, Kenneth Sutardja dari PT Grand Kartech, lalu Direktur Teknologi dan Produksi KS Wisnu Kuncoro.

Saat hendak dibawa ke rutan dengan menggunakan mobil, tidak satu pun dari tiga orang yang mengenakan rompi oranye dan borgol itu mau membuka mulut. Sementara, sebagian kerabat dan keluarga yang menanti mereka merekam momen tersebut dengan kamera ponsel, sebagian lagi berusaha untuk bertemu langsung dengan mereka.

Terima Tunai Rp20 Juta

Ketiga tersangka ditangkap penyidik KPK di dua lokasi berbeda pada Jumat (22/3/2019) malam. Dalam operasi tersebut, Wisnu dan Alexander ditangkap saat sedang melalukan transaksi dengan barang bukti uang tunai Rp20 juta dan sebuah buku tabungan atas nama Alexander di sebuah kedai kopi di daerah Bintaro, Kota Tangsel.

“KPK menerima informasi dari masyarakat tentang akan terjadinya transaksi yang diduga suap dan kemudian berdasarkan bukti-bukti awal melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan hingga melakukan kegiatan tangkap tangan kemarin,” kata Saut.

Dalam operasi itu, KPK menahan tiga orang lainnya di lokasi berbeda, yaitu General Manager Blast Furnace KS berinisial HTO dan sopirnya yang ditangkap di kawasan Kuningan, Jakarta. Lalu menyusul, General Manager Central Maintenance and Facilities KS berinisial HES yang ditangkap di Cilegon. Ketiganya saat ini berstatus sebagai saksi.

KPK mencatat, Alexander diduga berperan meneruskan uang suap dari dua tersangka lainnya senilai Rp150 juta. Saat ini, Alexander sudah mengantongi uang Rp95 juta dan 4.000 dollar Amerika Serikat dari kedua tersangka korporasi tersebut. Uang tersebut diduga merupakan sebagian dari 10 persen komisi yang disepakati berkait proyek pengadaan kontainer dan boiler senilai Rp26,4 miliar.

KPK masih akan mendalami uang senilai Rp20 juta yang diterima Wisnu. Ada rumor bahwa uang tersebut akan dipakai untuk membiayai acara pernikahan anak Wisnu.

Namun, Saut membenarkan bahwa Wisnu Kuncoro akan menikahkan seorang anaknya dalam waktu dekat. Saat ini KPK tengah menunggu surat dari keluarga soal permohonan izin bertemu keluarga tersebut.

“Dalam ekspose tadi, lima pimpinan KPK sepakat memberi kesempatan pada yang bersangkutan untuk hadir di akad nikahnya,” kata Saut. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya