oleh

Diskusi Publik Bahas Ancaman Prostitusi di Kota Religius

Tangerang7.com, Serpong – Pemkot Tangsel diminta segera memberantas praktik prostitusi berbagai modus yang ada di wilayahnya. Sebab, praktik prostitusi akan menodai motto Kota Tangsel cerdas, modern dan religius (Cmore).

Hal itu disimpulkan dalam diskusi publik bertema Mencari Cara Membersihkan Kota Tangsel dari Tempat Maksiat yang digelar di salah satu rumah makan di Serpong, Kota Tangsel, Sabtu, (02/02/2019).

Ketua Pelaksana Diskusi Publik Arif Wahyudi mengatakan, kegiatan ini didasari atas masih maraknya tempat prostitusi berkedok panti pijat, karaoke, bar serta tempat hiburan malam lainnya.

“Tempat prostitusi di Kota Tangsel masih marak. Tujuan diskusi publik untuk mencari dan bagaimana caranya mengurangi atau memberantas tempat-tempat maksiat yang masih ada,” katanya.

Maraknya maksiat, kata Arif, berimbas turunnya moral masyarakat. Selain itu, dikhawatirkan imbas dari maraknya maksiat akan terjadi bencana alam seperti yang dialami Lombok, Palu hingga tsunami Selat Sunda di Pandeglang dan Serang.

“Sebagian masyarakat mengingkari aturan-aturan Allah SWT sehingga timbul bencana,” ujarnya.

Menurutnya, harusnya Pemkot Tangsel berkaca dari daerah yang mengalami bencana alam. Salah satu faktor bencana alam yang dialami sejumlah daerah di Indonesia dampak dari kemaksiatan. Seperti prostitusi, perjudian, seks bebas dan LGBT (lesbi, gay, biseks dan transgender).

“Harapan pertemuan hari ini kita bersama-sama mengajak kepada semua, jangan sampai Tangsel berlumuran maksiat. Bencana datang orang yang tidak melakukan pun terkena imbasnya,” tandasnya. (sof/riz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya