oleh

Disbudparman Kota Tangerang Jelajah Cagar Budaya Bersama Pelajar

Tangerang7.com, Tangerang – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Pertamanan (Disbudparman) Kota Tangerang road show jelajah cagar budaya bersama pelajar sekolah tingkat pertama (SMP) dan sekolah tingkat atas (SMA) Kota Tangerang, Rabu (26/2/2020).

Kegiatan yang mengusung tema ‘Jelajah cagar budaya’ ini melibatkan 100 pelajar dari SMPN 1 dan SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, dan SMAN 7.

Kegiatan ini dilepas Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Pendopo Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Hadiri para kepala sekolah, Plt Kepala Disbudparman Kota Tangerang Kiki Wibhawa, para kabid, dan kepala seksi.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparman Sumangku Getar mengatakan, gelaran acara ini bertujuan agar para pelajar di Kota Tangerang mengetahui dan memahami cagar budaya di Kota Tangerang.

Juga untuk melahirkan generasi penerus kebudayaan dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan di Kota Tangerang.

“Dalam jelajah budaya ini, para pelajar diajak berkeliling ke cagar budaya di Kota Tangerang, seperti Masjid Kalipasir, Kelenteng Boen Tek Bio, Gedung Joeang, museum LP Anak dan LP Pemuda Kelas II-A, Pintu Air Mokervart, dan berkhir di Masjid Al Azhom,” ujar Sumangku.

Sumangku berharap para pelajar di Kota Tangerang bisa menjadi pegiat budaya. Ia pun berharap Kota Tangerang bisa menjadi kota pustaka.

Sumangku mengatakan, pihaknya akan terus melakukan terobosan lain untuk menjadikan Kota Tangerang sebagai kota budaya.

“Ke depan, saya akan menggelar kegiatan serupa dengan mengajak teman-teman komunitas di Kota Tangerang,” katanya.

Plt Kepala Disbudparman Kota Tangerang Kiki Wibhawa menambahkan, kegiatan ini selain untuk memperkenalkan juga untuk mengedukasi para pelajar agar lebih mengenal Kota Tangerang melalui cagar budayanya.

“Kita juga berikan edukasi pengetahuan perihal cagar budaya yang ada, ditambah dengan pengetahuan tentang gedung-gedung pemerintahan, taman-taman dan kampung tematik di Kota Tangerang,” jelas Kiki.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengingatkan para pelajar agar tidak melupakan sejarah.
“Presiden pertama kita Soekarno pernah bicara soal Jas Merah, yang artinya jangan kita melupakan sejarah. Mungkin ada beberapa yang lahirnya bukan di Tangerang, tapi setidaknya adik-adik tumbuh besar dan bersekolah di Tangerang,” ujar Arief.

Oleh karena itu, semua harus tahu bahwa cagar budaya bukan sekadar bangunan. Tapi, memiliki unsur sejarah. “Jangan sampai kebudayaan dan sejarah kita tergerus perubahan zaman,” tandasnya. (adv/did/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *