oleh

Diprediksi Lolos ke Parlemen, Berkas Caleg PKB Diragukan KIPP

Tangerang7.com, Tigaraksa – Komite Independen Pemantau Pemilu Kabupaten Tangerang meragukan berkas salah satu calon anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa. Caleg itu bertarung memperebutkan kursi DPRD Kabupaten Tangerang periode 2019-2024 di Dapil 1. Ia pun diprediksi lolos ke gedung parlemen bersama delapan caleg lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Tangerang7.com, Dapil 1 Pileg DPRD Kabupaten Tangerang Tahun 2019 meliputi enam kecamatan, terdiri dari Balaraja, Cisoka, Jambe, Jayanti, Solear, dan Tigaraksa. Kuota dari dapil ini adalah sembilan kursi. Dari sembilan caleg dengan perolehan suara terbanyak, hanya ada satu orang dari PKB yakni Burhan.

Koordinator KIPP Kabupaten Tangerang Ahmad Suhud menilai, ada kejanggalan pada berkas salah satu caleg PKB. Kejanggalan itu terdapat pada surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit. Hasil tersebut diperoleh saat KIPP melakukan penelusuran dugaan pelanggaran pada seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilu 2019.

Menurut Suhud, surat keterangan sehat yang diduga bermasalah itu dikeluarkan RSUD Balaraja. Di dalamnya tidak menerangkan hasil pemeriksaan secara menyeluruh. Bahkan kesimpulannya berbeda dengan caleg lain yang juga dikeluarkan oleh RSUD Balaraja. Ia pun meminta KPU Kabupaten Tangerang untuk melakukan pemeriksaan kembali terhadap berkas tersebut.

“Ada banyak kejanggalan dalam surat keterangan sehat jasmani dan rohani yang dilampirkan ke KPUD atas nama Burhan, caleg incumbent dari PKB. Padahal surat tersebut merupakan syarat mutlak bagi caleg, sesuai dengan PKPU Nomor 20 Tahun 2018,” ujar Suhud, Senin (20/5/2019).

Ia mengatakan, agar permasalahan ini cepat selesai, KPU Kabupaten Tangerang harus melakukan verifikasi guna memastikan caleg tersebut memenuhi syarat atau tidak. Verifikasi harus disaksikan oleh Bawaslu.

“Surat permohonan penundaan penetapan dan pelatikan sudah kami layangkan tadi pagi. Bahkan permohonan klarifikasi soal rekam medis juga sudah disampaikan ke RSUD Balaraja,” ucap Suhud.

Ia menegaskan, KIPP Kabupaten Tangerang akan mengawal penyelesaian temuan itu. Menurutnya, demokrasi tidak boleh abu-abu. “Harus ada kepastian yang jelas. Jika ternyata melakukan kebohongan publik, kami meminta KPUD untuk mendiskualifikasi caleg tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang Andi Irawan mengaku sudah menerima surat dari KIPP Kabupaten Tangerang perihal rekomendasi permohonan penundaan penetapan dan pelantikan salah satu caleg terpilih. “Saya sudah baca dan akan lakukan crosscheck ke KPU,” kata Andi melalui pesan WhatsApp.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Kabupaten Tangerang Muhamad Ali Zaenal Abidin mengatakan, salah persyaratan bakal calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota adalah sehat jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Hal itu sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pada bagian penjelasan disebutkan, yang dimaksud dengan sehat jasmani dan rohani adalah keadaan sehat yang dibuktikan dengan surat kesehatan atau surat keterangan sehat dari dokter, puskesmas, atau rumah sakit milik pemerintah yang memenuhi syarat dan disertai dengan keterangan bebas narkotika. Cacat tubuh tidak termasuk kategori gangguan kesehatan.

“Dokumen terkait ini, KPU telah menerima dari parpol yang bersangkutan (Burhan, red) saat pendaftaran dan dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. Karena atas perintah UU dan PKPU, KPU hanya menerima surat keterangan dari pihak yang berwenang di mana dalam surat keterangan tersebut menyatakan yang bersangkutan memenuhi syarat sehat jasmani rohani dan tidak terdeteksi zat-zat narkoba,” jelas Ali. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya