oleh

Dinkes Kabupaten Tangerang Bidik 91 Toko Obat Ilegal Jual Obat Keras

Tangerang7.com, Tigaraksa – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat, jumlah toko obat tidak berizin atau ilegal yang menjual obat keras makin berkurang. Selama tiga tahun terakhir, sekitar 91 toko obat tidak berizin kedapatan menjual obat tertentu yang sering disalahgunakan. Di antaranya tramadol, triheksifenidil dan alprazolam.

Kepala Seksi Farmasi dan Pengawasan Keamanan Pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Muji Harja mengatakan, pihaknya memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pengelola toko obat tidak berizin. Dalam pengawasan rutin tiga tahun terakhir, dilakukan pemeriksaan sekitar 91 toko obat tidak berizin.

“Jumlahnya mengalami penurunan tiap tahun. Di mana tahun 2016 sebanyak 48 sarana, tahun 2017 berkurang jadi 33 sarana, dan tahun 2018 cuma 10 sarana,” jelas Muji kepada Tangerang7.com, Sabtu (26/1/2019).

Dia mengatakan, obat keras yang dijual di toko obat tidak berizin disalahgunakan para remaja. Di mana membeli obat tersebut tanpa resep dokter, kemudian dimanfaatkan untuk mabuk-mabukan dengan cara diminum langsung atau dicampur menggunakan minuman berenergi. Keadaan demikian pun kerap meresahkan masyarakat.

“Oleh karena itu kami melakukan pembinaan terhadap pengelola toko obat ilegal, jika terbukti melakukan pelanggaran maka diberikan surat penghentian kegiatan. Surat penghentian kegiatan tersebut ditembuskan ke balai POM atau loka POM,” tandas Muji. (srh/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya