oleh

Diintimidasi Anggota Ormas, Wartawan Tangsel Lapor Polisi

Tangerang7.com, Ciputat – Aksi kekerasan terhadap jurnalis terjadi di Balai Kota Tangerang Selatan, Jalan Maruga Raya, Serua, Ciputat. Eka Huda Rizky (20), wartawan media daring Kabar6.com, diintimidasi anggota organisasi masyarakat Forum Betawi Rempug (FBR).

Awalnya, puluhan anggota ormas FBR mendatangi gedung Pemerintah Kota Tangsel untuk menggelar aksi protes, Selasa (3/12/2019). Pasalnya, bendera ormas FBR telah diturunkan oleh petugas Satpol PP Kota Tangsel saat menertibkan bangunan liar di wilayah Gaplek, Pamulang.

Eka bersama sejumlah wartawan lainnya pun ingin meliput aksi protes tersebut. Dikutip dari Tempo.co, sebelumnya Eka berada di Masjid Al I’tishom, tak jauh dari Balai Kota Tangsel.

“Kejadiannya kemarin. Awalnya saya lagi di Masjid Al I’tishom yang ada di sebelah pemkot, kemudian ada puluhan anggota ormas FBR mendatangi Pemkot Tangsel. Saya dengan sejumlah wartawan lainnya langsung mendekat ke kerumunan mau meliput,” kata Eka, Rabu (4/12/2019).

Menurut Eka, dia dan beberapa wartawan lain penasaran perihal alasan puluhan anggota ormas FBR mendatangi gedung Pemkot Tangsel dan mendekat ke lobi. Setelah mendekati kerumunan massa, dia pun mengeluarkan ponsel untuk mengambil gambar.

“Saya keluarin hand phone mau foto aksi tersebut, kemudian ada yang teriak ‘woi ngapain foto-foto’ sambil deketin saya, padahal saya belum ambil foto mereka. Saya juga dikejar beberapa anggota ormas FBR itu dan saya sudah bilang kalau saya dari media ingin meliput,” ujar Eka.

Dia menyebutkan, setelah didekati beberapa anggota ormas FBR, dia diminta untuk menghapus foto. Padahal, dia belum mengambil foto aksi ormas tersebut. Eka juga sudah menjelaskan bahwa dirinya belum sempat memotret.

“Saya udah bilang kalau belum foto tapi mereka tidak percaya. Ya saya minta mereka periksa sendiri, tangan saya juga agak dipelintir,” ujar dia.

Sebelum dikerumuni beberapa anggota ormas FBR, Eka dirangkul oleh dua anggota ormas FBR lainnya untuk diamankan dan dibawa menjauh dari puluhan anggota ormas tersebut.

“Saya dirangkul diamankan sama dua orang anggota ormas FBR lain dan dibawa ke masjid, saat dibawa ke masjid beberapa orang anggota ormas FBR lainnya masih mengejar saya dan tarik tangan saya sampai ada bekas luka cakar,” kata dia.

Atas kejadian tersebut, Eka sudah melapor ke Polres Tangsel agar kasus kekerasan terhadap wartawan itu bisa diusut hingga tuntas. Dia mendatangi SPKT Polres Tangsel pada dini hari tadi. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya