oleh

Dialog Ombudsman Banten Seputar Penanganan Covid-19, Apa Saja Ulasannya?

Tangerang7.com, Serang – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten menggelar dialog interaktif secara virtual, live streaming facebook di akun facebook resmi milik Ombudsman RI Perwakilan Banten dengan menghadirkan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten Dedy Irsan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten sekaligus Jubir Gugus Tugas Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, dan Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo.

Dialog interaktif bertema ‘Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Banten’ ini berlangsung Selasa lalu (19/5/2020) dipandu Kepala Keasistenan Pencegahan pada Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten Eni Nuraeni. Apa saja ulasannya?

Kepala Perwakilan Provinsi Banten Dedy Irsan menyampaikan bahwa ombudsman terus mengawasi dan mendorong percepatan penanganan covid-19 agar efektif dan efisien.

Untuk mempercepat penanganannya, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala daerah, dan saat ini paling banyak dilaporkan yaitu terkait bantuan sosial dan beberapa laporan telah diselesaikan dengan diberikannya bantuan sosial kepada masyarakat yang melapor yang tentunya sesuai dengan prosedur.

Dedy juga menyampaikan bahwa untuk mempermudah komunikasi Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten membuka posko pengaduan daring covid-19 melalui nomor WhatsApp centre Ombudsman Banten 081-1127-3737 atau menelepon ke 0254-7913737.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji menyampaikan, kasus covid-19 masih didominasi Tangerang raya, yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Sejak akhir Februari, pihaknya sudah mengumpulkan RS untuk mempersiapkan fasilitas. Kemudian, membuat 5 rumah sakit rujukan, di antaranya adalah 2 RS rujukan SK Kementerian Kesehatan yaitu RSUD Kabupaten Tangerang dan RSUD Drajat Prawira Negara Kabupaten Serang.

RSUD Banten sebagai RS pusat rujukan covid-19 di Provinsi Banten, RS Balaraja dan RS Siloam Kelapadua, jumlah total tempat tidur ruang isolasi sebanyak 800 tempat tidur, ventilator sebanyak 40 ventilator, dan ditambah RS rujukan di Tangerang raya yaitu di RSUD Kota Tangerang. Untuk swab test bisa dilakukan di RSUD Tangerang, RS Siloam dan RSUD Banten.

Sementara itu, Dirlantas Polda Banten Kombespol Wibowo mulai 24 -31 Mei melaksanakan operasi ketupat yang bertujuan pengamanan Hari Raya Idul Fitri.

Pihaknya memdirikan 15 titik check point, satu di tol Cikupa dan sisanya di jalur arteri. Kemudian, check point pembantu di jalan yang mungkin dilalui pemudik. Tentu tujuannya untuk larangan mudik.

Sampai dengan sekarang, Polda Banten telah melakukan tindakan sesuai Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 yaitu dua tahap.

Tahap satu, 24 April-27 Mei 2020 yaitu sosialisasi imbauan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudik, dan kemudian tahap dua 8 Mei-31 Mei, melakukan tindakan tegas humanis yaitu putar balik kendaraan sampai dengan penegakan hukum. (rls/t7/set)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya