oleh

Demo ke Kantor Bupati, Buruh Kabupaten Tangerang Tolak UU Cipta Kerja

Tangerang7.com, Tigaraksa – Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI, Senin (5/10/2020).

Mereka demi di depan kantor bupati Tangerang di Tigaraksa, Selasa (6/10/2020). Sebelumnya, para buruh berkeliling menyisir buruh lainnya yang ada di sejumlah kawasan industri untuk ikut aksi menolak aturan ini.

Para buruh diterima Sekda Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid dan sejumlah penjabat lainnya.

Sebelum diterima audiensi, para buruh diharuskan melakukan rapid test di pintu masuk dan perwakilan buruh yang hasilnya non reaktif, diperbolehkan masuk.

Usai menerima perwakilan para buruh, Sekda Maesyal Rasyid yang akrab disapa Rudi Maesyal memaparkan bahwa buruh menyampaikan harapan-harapannya kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Tangerang terkait pengesahan RUU Cipta Kerja.

Menurut Rudi, para buruh menyampaikan petisinya, yakni buruh keberatan dengan kebijakan regulasi yang telah disahkan DPR RI, antara lain terkait PHK yang masa kerjanya lebih 20 tahun. Sebelumnya, dalam UU Ketenagakerjaan mereka mendapatkan pesangon 32 bulan. Tapi di aturan yang sekarang hanya 25 bulan, apabila karyawan sudah 20 tahun.

Selain itu, para buruh keberatan dengan sistem kontrak yang tidak menentukan batas waktu. Artinya, kapan pun pihak perusahaan mempunyai kewenangan untuk memberhentikan, dan masih banyak lagi yang tidak berpihak kepada pekerja atau buruh.

Menurut Rudi, para buruh meminta agar pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Tangerang turut bertanggung jawab untuk emperhatikan situasi kondisi yang berkembang saat ini.

“Banyak yang disampaikan buruh kepada kami. Sebetulnya, Pak Bupati pada 19 September lalu sudah menyampaikan kepada DPR RI terkait dengan harapan aspirasi buruh Kabupaten Tangerang,” pungkas Rudi.

Aspirasi saat ini pun, kata dia, akan disampaikan Pemkab Tangerang kepada DPR RI.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Tangerang Yaya Ansori mendukung aksi buruh menolak Undang-Undang Cipta Kerja ini. “Kami tetap konsisten bersama buruh menolak Undang-Undang Cipta Kerja,” ujar politisi Partai Demokrat ini. (jek/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya