oleh

Demo Berdarah, 3 Mahasiswa Diduga Provokator Diamankan Polisi

Tangerang7.com, Tangerang – Polisi tengah melakukan penyelidikan peristiwa berdarah di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang kemarin. Di mana tujuh orang dikabarkan terluka akibat baku hantam antara kelompok mahasiswa dengan petugas pengamanan unjuk rasa.

Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan, polisi mengamankan tiga mahasiswa yang diduga sebagai provokator kericuhan dalam demo Forum Aksi Mahasiswa Tangerang itu. Antara lain SM, DAY (Universitas Muhammadiyah Tangerang), dan RO (STISNU Nusantara).

“Ya, kita mengamankan tiga mahasiswa diduga provokator. Masih pemeriksaan,” ujar Abdul dikonfirmasi Tangerang7.com, Kamis (31/1/2019).

Untuk diketahui, Forum Aksi Mahasiswa Tangerang menggelar unjuk rasa dengan sejumlah tuntutan, Rabu (30/1/2019). Di antaranya menolak integrasi program BPJS Kesehatan, buat program kesehatan gratis tanpa syarat untuk masyarakat Kota Tangerang, dan bentuk dewan kesehatan sebagai kontrol antarsektor kesehatan.

Aksi di depan Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang itu berakhir ricuh. Personel kepolisian dan Satpol PP memukul mundur demonstran lantaran mamaksa masuk ke dalam gedung. Puluhan demonstran mencoba menerobos barikade pasukan pengamanan. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Polisi bahkan berkali-kali melepas tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa.

Keadaan makin memanas lantaran mahasiswa enggan mengindahkan petugas pengamanan. Hingga akhirnya demonstran, polisi dan Satpol PP terpencar. Baku hantam pun terjadi. Beberapa peserta aksi tampak melempar petugas dengan botol dan batu.

Sejumlah orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, baik mahasiswa maupun personel Satpol PP. Korban luka-luka dari Satpol PP sebanyak dua orang, yakni Umar luka sobek di pelipis kiri dan Boby luka sobek di jari jempol.

Sementara korban dari kelompok mahasiswa sebanyak lima orang, terdiri dari Bustomi sesak napas, Rian muntah darah, Alkindi sesak napas, Danu luka sobek di telapak kaki lantaran menginjak pecahan kaca, dan Mukti sesak napas. Dua mahasiswa lainnya, Rosid dan Tomi, juga dilarikan ke rumah sakit karena lemas. Sehingga jumlah mahasiswa yang dilarikan ke rumah sakit sebanyak tujuh orang. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya