oleh

Dampak Covid-19, Desa Wajib Anggarkan Dana Bansos

Tangerang7.com, Tigaraksa – Pemerintah desa atas petunjuk Kementerian Desa harus menganggarkan dana desa untuk jaring pengaman sosial tingkat desa. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, tadi siang, Selasa (14/04/2020).

Menurutnya, anggaran dana desa tahun ini kisaran Rp. 500 juta per desa. Jika satu desa Rp. 500 juta berarti anggaran ada Rp 123 miliyar dari APBDes yang bisa dialokasikan untuk program jaring pengaman sosial di samping yang sudah dilakukan oleh dana APBD.

“Prinsipnya penerima bantuan ini baik dari pusat maupun provinsi atau desa tidak tumpang tindih sehingga memenuhi rasa keadilan di masyarakat,” kata Ujat Sudrajat.

Sementara untuk saat ini bantuan akan diberikan dalam bentuk tunai kepada lebih 83.000 KK yang akan menerima bantuan, namun ada rencana bantuan dalam bentuk sembako selain bantuan tunai. Rencananya Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar akan menggandeng pihak ketiga dari dana CSR.

Pelaksanaan pendataan di masyarakat yang akan menerima bantuan ini nantinya tidak hanya dilakukan oleh RT dan RW. Tetapi harus didampingi oleh elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat, petugas PKH, PKSK, dan ormas, untuk memberikan siapa saja yang berhak menerima bantuan.

Ketika ditanya hasil pendataan yang dilakukan oleh pihak RT dan RW melebihi angka 83.000, menurut Ujat, akan dicarikan instrumen lain seperti bantuan dari provinsi mau pun dari pusat. “Hanya saja bentuk bantuan instrumen lain apakah nanti dalam bentuk uang tunai atau dalam bentuk lain seperti bantuan APD, dengan adanya dana desa diharapkan nilai yang akan diterima warga nilainya tetap Rp. 600 ribu/KK,” papar Ujat Sudrajat. (jek/t7)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya