oleh

Corona Meluas, Unjuk Rasa Tolak RUU Omnibus Law Ditunda

Tangerang7.com, Tangerang – Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makan Minuman (PP FSP RTMM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menunda rencana aksi unjuk rasa penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Sedianya aksi ini akan digelar hari ini, Rabu (18/3/2020). Namun, ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan, mengingat wabah penyebaran virus corona masih terjadi, bahkan cenderung meningkat.

Penundaan aksi unjuk rasa ini diambil setelah mereka menggelar rapat koordinaso pada Selasa (17/3/2020).

Ketua PD FSP RTMM-SPSI Yayan Supyan mengatakan, pihaknya tidak ingin berisiko, mengingat situasi saat ini virus corona kian merebak.

“Begitu tingginya dukungan dan motivasi segenap struktur jajaran serikat dalam menolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Namun, di sisi lain kita juga menyadari bahwa masing-masing perusahaan kini mempunyai kebijakan dalam pencegahan virus corona,” katanya, Rabu (18/3/2020).

Ia mengatakan, keputusan untuk mengundurkan aksi karena pihaknya sadar dan harus mendukung kebijakan pemerintah untuk melaksanakan social distancing.

Menurutnya, pengunduran aksi unjuk rasa dirasa lebih penting mengingat pemerintah daerah maupun pusat sudah merekomendasikan untuk tidak bepergian jika tidak perlu dan menjauhi keramaian.

“Ini sudah matang, kita perhitungkan untuk menunda unjuk rasa. Kita melihat sisi baiknya dan kita tidak mau menanggung risiko atas apa yang akan terjadi nanti. Jadi, kita tunda sampai waktu yang belum bisa kita tentukan,” ungkapnya.

Kendati aksi ditunda, namun pamasangan spanduk bentuk penolakan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sudah terpasang di depan gedung DPR RI di Jakarta. (fdy/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *