oleh

Bupati Tangerang Digadang-gadang Pimpin PSSI, Rezza Jadi Sekjen

Tangerang7.com, Tangerang – Revolusi total di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus disuarakan. Hal itu menyusul mencuatnya skandal pengaturan skor. Pasca Edy Rahmayadi mundur dari jabatan Ketum PSSI, kursi makin panas saat Satgas Anti Mafia Bola menetapkan Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka perusakan barang bukti perkara pengaturan skor.

Dorongan revolusi PSSI pun santer di kalangan pencinta dunia kulit bundar tanah air. Bahkan, mantan Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Bob Hippy tak ragu buka suara. Pria 71 tahun ini mendambakan perubahan secara menyeluruh pada kepengurusan PSSI. Dia mengaku jengah dengan borok tak berkesudahan di dalam organisasi sebesar PSSI.

Menurut Bob, PSSI memerlukan sosok yang benar-benar berkomitmen membangun sepak bola Indonesia yang bersih. Bukan hanya soal ketua umum atau wakil ketua umum, tetapi juga exco. Begitu pula seluruh Ketua Asosiasi Provinsi PSSI di 34 provinsi, harus diganti.

“Para voters yang punya hak suara pun harus dibekali visi misi yang jelas. Ya, apalagi kalau bukan sepak bola bersih,” kata mantan pemain Timnas Indonesia era 60-an itu dalam keterangan tertulis Indonesia Junior League yang diterima Tangerang7.com, Jumat (1/3/2019).

Bob menantang sosok muda untuk keluar dari “persembunyian” dan melangkah membenahi PSSI. Mantan pemain Persija Jakarta ini menggadang-gadang Ahmed Zaki Iskandar sebagai Ketum PSSI. Pria 45 tahun yang kini menjabat sebagai Bupati Tangerang itu dinilai sangat berkiprah di dunia olahraga, khususnya sepak bola.

“Ahmed Zaki sendiri jadi salah satu tokoh pemimpin daerah yang sukses membangun 27 stadion mini di Kabupaten Tangerang,” tandas Bob.

Tidak Rangkap Jabatan

Selain Zaki, terdapat tiga nama lainnya yang masuk bursa calon petinggi PSSI versi Bob. Terdiri dari CEO PSM Makassar Munafri Arifudin, CEO Persebaya Surabaya Azrul Ananda, dan CEO Indonesia Junior League Rezza Mahaputra Lubis. Keempat sosok muda tersebut dinilai layak menyumbangkan tenaga, ide, dan pikiran untuk PSSI.

Bob mengatakan, sepak terjang Munafri cukup sukses dengan mengomando klub legendaris sekelas PSM Makassar. Di mana, hanya dalam kurun dua tahun ia mampu mengembalikan marwah Juku Eja.

Sementara Azrul merupakan pendiri Development Basketball League, sebelum menjadi orang nomor satu di Persebaya. Adapun Rezza, bersama Indonesia Junior League tengah gencar menyusun kerangka sepak bola tanah air lewat investasi di kompetisi level usia muda.

“Saya pikir sudah saatnya generasi muda pegang PSSI. Ahmed Zaki sebagai ketum, Azrul jadi waketum, Munafri masuk exco, dan Rezza jabat sekjen atau exco pembinaan. Saya berharap keempat nama ini bisa maju secara bersama membenahi tata kelola sepak bola Indonesia,” ucap Bob.

Yang paling penting, kata dia, tentunya harus punya waktu yang penuh untuk PSSI. Artinya, tidak memegang jabatan lain. “Wawasannya di sepak bola pun harus luas, tidak hanya skala nasional tapi juga Asia hingga dunia. Kalau mau revolusi ya harus benar-benar dari akarnya, jangan terulang lagi yang sudah-sudah. Bersih total,” tegas Bob.

Untuk diketahui, rencana Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI memang makin deras muncul ke permukaan terhitung sejak exco mengadakan rapat di Jakarta, Selasa (19/2/2019) lalu, pasca penetapan Joko Driyono sebagai tersangka. KLB yang akan digelar ini memiliki dua agenda, yakni membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) serta penetapan waktu kongres pemilihan kepengurusan baru. (rls/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya