oleh

Buang Sial dengan Melepas Ikan di Sungai Cisadane

Tangerang7.com, Karawaci – Salah satu tempat yang ramai dikunjungi warga keturunan Tionghoa di Kota Tangerang saat Imlek yakni Toa Pekong Air. Tempat ini disebut juga Prasasti Tangga Jamban yang menjadi tempat sembahyang warga Tionghoa. Lokasinya persis di tepi Sungai Cisadane, belakang kawasan Pasar Lama.

Pantauan Tangerang7.com Selasa (05/02/2019) pagi, seusai sembahyang di Kelenteng Boen Tek Bio, warga keturunan Tionghoa berduyun-duyun memadati Toa Pekong Air. Di sana mereka kembali bersembahyang, membakar hio atau dupa dan kemudian melepas ikan di bantaran sungai.

Ikan-ikan yang dilepas di antaranya ikan lele, ikan mas, dan belut. Selain itu, mereka juga melakukan tabur bunga ke sungai.

Makna melepas ikan ini bagi umat Tionghoa adalah membuang kesialan dalam setahun ke depan. Selain ikan, biasanya warga keturunan Tionghoa juga melepas burung. Bagi mereka, melepas makhluk berjiwa ke alam sama saja memberi kebebasan dan melepas kesialan.

Toa Pekong Air atau Prasasti Tangga Jamban awalnya adalah tempat yang digunakan sebagai mandi cuci dan kakus (MCK) warga sekitar bantaran sungai tersebut. Namun belakangan tempat ini sempat menjadi dermaga perahu-perahu kecil para pengais rezeki di sungai.

Dermaga ini diberi nama Dermaga Peh Cun. Kata Peh Cun sendiri diambil dari nama salah satu upacara perayaan warga peranakan Tionghoa Tangerang atau dikenal dengan sebutan warga Cina Benteng. (fdy/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya