oleh

BPOM soal Efek Makanan Berformalin: Kanker sampai Kematian

Tangerang7.com, Balaraja – Petugas BPOM sering menemukan makanan mengandung zat berbahaya di Kabupaten Tangerang, baik di pasar tadisional maupun swalayan. Zat berbahaya itu rata-rata formalin dan rhodamin B.

Selasa (14/5/2019), BPOM melakukan inspeksi dan pengawasan pangan di tiga tempat. Giant Citra Raya (Cikupa), Pasar Gembong (Balaraja), dan Pasar Jayanti (Jayanti). Petugas pemeriksa tidak menemukan pangan mengandung bahan berbahaya di Giant Citra Raya dan Pasar Jayanti.

Namun, hasil pemeriksaan dengan menggunakan alat tes cepat terhadap makanan di Pasar Gembong, menunjukkan 5 dari 30 sampel mengandung zat kimia. 4 sampel positif rhodamin B, terdiri dari dua jenis pacar cina, kue maizena, dan kue gabus. Sementara 1 sampel diketahui mengandung formalin yakni teri medan.

Kepala Loka POM di Kabupaten Tangerang Wydia Savitri mengatakan, Pasar Gembong berada di bawah pembinaan pemerintah desa setempat. Sehingga, para pedagang nakal hanya diberikan peringatan.

“Kami sudah beri pembinaan dengan memberikan leaflet (selebaran) tentang keamanan pangan, dan sudah ke perwakilan kades minta untuk dapat ditindaklanjuti karena pasar tersebut di bawah binaan desa. Diminta barangnya ditarik dan diberi pembinaan untuk tidak menjual pangan mengandung bahan berbahaya,” ujar Wydia kepada Tangerang7.com.

Kasus sama juga ditemukan petugas BPOM pada saat melakukan razia makanan di Pasar Cikupa dan Pasar Sentiong, Selasa (7/5/2019) lalu. Petugas mengambil sampel dan menguji sebanyak 34 sampel pangan.

Empat sampel di antaranya diduga mengandung bahan berbahaya. Yakni formalin pada usus ayam serta rhodamin B pada pacar cina dan terasi.

Ia menjelaskan, makanan mengandung formalin atau pun rhodamin B sangat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Mulai dari kanker hingga kematian. Sebab, dua jenis bahan kimia tersebut diproduksi bukan untuk pangan.

“Berbahaya jika dikonsumsi rutin, karena rhodamin B adalah pewarna tekstil dan bukan untuk makanan, formalin merupakan pengawet mayat dan juga bukan untuk makanan. Efeknya tidak langsung, tetapi dapat menyebabkan kanker sampai kematian,” tandas Wydia. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya