oleh

BPOM Sebut 7 Apotek di Tangerang Jadi Korban Penyaluran Obat Palsu

Tangerang7.com, Kelapa Dua – Sejumlah apotek di Kabupaten Tangerang menjadi korban penyaluran obat palsu. Obat-obat tersebut didistribusikan melalui Pedagang Besar Farmasi (PBF) PT Jaya Karunia Investindo (JKI).

Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan di Kabupaten Tangerang Wydia Savitri mengatakan, penelusuran ke apotek dilakukan berdasarkan Surat Edaran Plt Deputi I Badan POM sebagai tindak lanjut temuan obat palsu di Semarang beberapa waktu lalu. Di mana, Bareskrim Polri bersama Badan POM menemukan sarana ilegal untuk melakukan produksi obat palsu.

Wydia menjelaskan, PBF PT JKI diketahui memiliki sarana ilegal untuk mengemas ulang obat generik bahkan obat kedaluwarsa menjadi obat bermerek. Kantor pusat PBF PT JKI berada di DKI Jakarta.

BACA JUGA:  Marak Toko Berkedok Apotek Jual Obat Keras

Namun, setelah Bareskrim Polri bersama Badan POM melakukan penelusuran, ternyata PBF PT JKI memiliki kantor cabang di kawasan Lippo Karawaci, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Ironinya, PBF PT JKI Cabang Karawaci ini sudah lama beroperasi, yakni sejak tahun 2014.

“Temuannya di Semarang oleh Bareskrim, tapi punya PBF di Tangerang, gudang ilegalnya di Karawaci. Kita sudah mengantisipasi dari kemaren untuk mengamankan produk palsu tersebut di apotek-apotek yang beli dari PBF PT JKI,” ujar Wydia, Rabu (24/7/2019).

Dia menjelaskan, ada 7 apotek di Kabupaten Tangerang menjadi korban penyaluran obat palsu dari PBF PT JKI. Terdiri dari Apotek PJ, Apotek US, Apotek BP, Apotek PS, Apotek B, Apotek PB, dan Apotek GS. Hanya saja, dia tidak merinci jenis obat palsu yang diamankan dari apotek-apotek itu.

“Kami sudah mengamankan obat-obat palsu yang didistribusikan ke apotek-apotek sekitar Kabupaten Tangerang, ada tujuh apotek sudah diperiksa dan diamankan obat palsu yang dibeli dari PBF PT JKI,” kata Wydia.

Kegiatan PBF PT JKI Pernah Diberhentikan

Menurut dia, Badan POM pernah menghentikan kegiatan PBF PT JKI karena ditemukan bukti menjual obat palsu. Tetapi, perusahaan itu telah melakukan perbaikan administrasi sehingga bisa beroperasi kembali. “Namun ternyata punya gudang ilegal di sekitar sana (Lippo Karawaci) juga yang simpan obat palsu,” tandas Wydia.

BACA JUGA:  Petugas Gabungan Gerebek Apotek Ilegal di Rajeg

Mengutip dari situs web Badan POM, modus pelanggaran yang ditemukan di Semarang yaitu ada sarana ilegal untuk memproduksi obat palsu dengan mengemas ulang obat generik menjadi obat bermerek, termasuk mengemas ulang obat kedaluwarsa. Obat yang dipalsukan itu memiliki harga jual lebih tinggi.

Pelaku mendapatkan obat yang akan dikemas ulang dengan membeli obat generik dan mengumpulkan obat kedaluwarsa dari apotek-apotek di Jakarta dan Semarang. Hasil investigasi Badan POM bersama Bareskrim Polri mengungkapkan, obat yang telah dikemas ulang tersebut didistribusikan melalui PBF PT JKI yang dimiliki oleh pelaku ke apotek-apotek yang berada di wilayah Jabodetabek. (srh/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya