oleh

BPOM Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal Asal Cina di Cipondoh

Tangerang7.com, Cipondoh – BPOM Provinsi Banten menggerebek salah satu ruko di kawasan Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (5/8/2019). Yakni Rukan CBD, Blok M, Nomor 2B. Pasalnya, bangunan empat lantai itu diduga dijadikan tempat penyimpanan kosmetik ilegal.

Dalam penggerebekan tersebut, BPOM bekerja sama dengan Korwas PPNS Polda Metro Jaya dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Alhasil, petugas menemukan puluhan ribu pieces kosmetik tanpa izin edar. Seluruh obat untuk kecantikan itu diimpor dari Cina.

Kepala BPOM Provinsi Banten Sukriadi Darma menjelaskan kronologi pengungkapan keberadaan gudang kosmetik ilegal di kawasan elite itu. Di mana, berawal dari pengaduan masyarakat di Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK). Lalu, tim penyidik BPOM melakukan investigasi.

“Setelah diinvestigasi kita yakini bahwa ada dugaan dilakukan tindak pidana di bidang obat dan makanan. Kemudian, kami bersama-sama Korwas Polda Metro Jaya dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang melakukan operasi penindakan pada hari ini,” ujar Sukriadi kepada wartawan.

Dia menyebutkan, ruko tersebut terdiri dari empat lantai. Lantai satu dimanfaatkan untuk operasional perusahaan, lantai dua dan tiga sebagai tempat penyimpanan kosmetik, dan lantai empat untuk mes. Adapun pemilik usaha gelap itu adalah pria berinisial YTT, warga negara Cina.

“Digunakan untuk menyimpan kosmetik ilegal impor dari Cina, yang dilakukan oleh YTT. Saat ini yang bersangkutan tidak ada di tempat, tentu kita sudah koordinasi dengan Korwas Polda Metro Jaya bagaimana supaya mendapatkan yang bersangkutan,” ucap Sukriadi.

Hanya Dijual Secara Daring

Dia menjelaskan, dari hasil penggerebekan itu petugas mengamankan sebanyak 37.643 pieces kosmetik impor dari Cina dengan nilai ekonomi Rp3,3 miliar. Produk-produk kecantikan tersebut hanya dijual secara daring melalui salah satu layanan perdagangan elektronik.

“Ini tidak dijual secara offline, tapi dijual secara online. Setelah kita hitung semuanya jumlah Rp 3.356.995.000. Setelah kita melakukan penelusuran, semua kosmetik ini tidak memiliki notifikasi dari Badan POM, sehingga ini memang masuk secara ilegal dari Cina dan diedarkan secara ilegal,” tandas dia.

Sukriadi mengatakan, seluruh barang bukti dibawa ke Balai POM di Serang. Apabila sudah putusan pengadilan, maka dilakukan pemusnahan. Sembari memburu YTT, penyidik tengah melakukan pemeriksaan secara mendalam kepada enam orang karyawan perusahaan tersebut.

Berdasarkan keterangan para karyawan, perusahaan kosmetik ilegal itu telah beroperasi selama enam bulan. Sementara produk-produk kecantikan tanpa izin edar tersebut sudah diedarkan ke sejumlah daerah di Indonesia.

“Ancamannya hukumannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pada Pasal 197, bahwa barang siapa yang mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin edar itu diancam hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar,” pungkas Sukriadi. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya