oleh

BPNT untuk Fakir Miskin Diduga Tak Sesuai Takaran

Tangerang7.com, Tigaraksa – Bantuan pangan non tunai (BPNT) untuk fakir miskin dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) diduga banyak terjadi penyimpangan oleh oknum pendamping keluarga harapan (PKH).

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang selaku pengawas belum mengambil langkah konkret terkait adanya temuan oknum supplier yang mengurangi takaran kuantitas beras dan telur untuk warga masyarakat pra-sejahtera.

Pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang Anhari mengungkapkan, dirinya menemukan secara langsung kecurangan yang terjadi dan dilakukan oleh para oknum supplier.

Dengan dikirim langsung oleh para oknum supplier, menurut Anhari, kini banyak ditemukan beras yang tidak sesuai kuantitasnya, seperti jatah penerima bantuan tidak sesuai takaran. Seharusnya, masyarakat penerima BPNT mendapatkan beras sebanyak 7 kilogram dan telur 1 kilogram.

Pada kenyataanya, ada yang hanya mendapatkan 5 kilogram beras dan 1 kilogram telur.

“Dengan berkurang dua kilogram saja, jika di satu kecamatan ada tiga ribu sampai empat ribu penerima manfaat dan harga standar beras premium Rp11 ribu, mereka sudah bisa mengambil keuntungan Rp33 juta sampai 44 juta per kecamatan,” terangnya.

Sementara itu, menurut Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Namun Aliyudin, pihaknya sudah mengetahui adanya temuan tersebut. Namun, dirinya sampai saat ini belum menerima laporan perihal tersebut secara tertulis.

“Sejauh ini temuan tim pengawas, terkait pengurangan kuantitas beras dan telur yang tidak sesuai takaran,” terang Namun saat di ruang kerjanya, Kamis (16/10/2019).

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dihimpun Tangerang7.com saat ini, total jumlah penerima BPNT se-Kabupaten Tangerang mencapai 127.343 kepala keluarga. (odo/kam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya