oleh

BPBD Kota Tangerang Persiapan Evakuasi di Tengah Pandemi

KOTA TANGERANG, Tangerang7.com – Musim hujan kembali datang. Sejak beberapa pekan terakhir, Kota Tangerang dan berbagai daerah lainnya mulai diguyur hujan. Bahkan di beberapa daerah seperti DKI Jakarta dan beberapa kabupaten di Jawa Barat, sudah mengalami musibah banjir akibat curah hujan yang mulai tinggi.

Dan di Kota Tangerang, mengantisipasi berbagai hal yang tak diinginkan saat musim hujan, salah satunya banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mulai melakukan persiapan. Berbagai langkah dilakukan BPBD Kota Tangerang sebagai upaya antisipasi apabila banjir melanda Kota Tangerang.

“Kita selalu pantau informasi dari BMKG. Memang saat ini sudah mulai memasuki musim hujan. Kami di BPBD sudah melakukan langkah-langkah agar persiapan BPBD sebaik mungkin. Misalnya melakukan pengecekan peralatan, monitor dengan beberapa petugas instansi lain yang ada keterkaitan dengan banjir. Pengecakan peralatan seperti kelayakan tenda, kondisi mesin perahu, karet perahu, hingga menyediakan mesin potong kayu menjadi suatu keharusan. Jangan sampai, alat-alat yang sudah kita miliki, pas dibutuhkan malah nggak bisa dipakai,” papar Kepala BPBD Kota Tangerang H Deni Koswara, Selasa (20/10) siang.

Bahkan, Deni Koswara dkk juga berkoordinasi dengan dinas lain untuk melakukan pengecekan-pengecekan terhadap pompa-pompa air maupun tanggul-tanggul penahan banjir yang ada di Kota Tangerang. Pengecekan pompa air maupun memeriksa tanggul-tanggul penahan air sangatlah penting. Karena beberapa titik banjir, fungsi pompa air demikian penting dan dominan.

Deni Koswara mengecek mesin perahu, Selasa kemarin.

Koordinasi antar-dinas ini sudah dilakukan secara intens. Upaya ini untuk mengetahui secara pasti berbagai informasi, termasuk terkait debit air. Misalnya dengan petugas di Pintu Air 10, Batu Belah, Kantu Lampa, atau di pintu-pintu air lain yang sungainya melewati Kota Tangerang. Dengan petugas di Pintu Air 10 misalnya, dilakukan untuk pengaturan debit air. Sementara dengan Batu Belah atau Katulampa, koordinasi soal debit air hulu.

Selain pemantauan banjir dari aliran sungai, petugas lapangan BPBD juga melakukan pemantauan di daerah-daerah yang selama ini menjadi kawasan titik banjir. Misalnya kawasan-kawasan yang agak rendah atau kawasan yang tidak memiliki pembuangan air hujan secara baik. Sehingga saat diguyur hujan, daerah tersebut langsung terkepung banjir. ”Personel di lapangan selalu monitor berbagai perkembangan di lapangan. Dengan sistem kerja yang ada di BPBD, petugas kami melakukan pemantauan selama 24 jam,” papar Deni.

Saat ini, personel yang dimiliki BPBD Kota Tangerang sebanyak 297 orang yang tersebar di 4 UPT yakni di UPT Ciledug, Cibodas, Batuceper, dan UPT Priuk. Sementara jumlah perahu yang sudah standby, ada 14 unit yang juga tersebar di 4 UPT.

Personel BPBD memeriksa peralatan untuk kesiapan evakuasi.

DI TENGAH PANDEMI CORONA

Namun, adanya penambahan sekitar 10 perahu di APBD-P tahun 2020 ini, Deni semakin yakin penanganan pengungsi di tengah pandemi corona bisa lebih maksimal. Sepuluh unit perahu yang akan dibeli oleh BPBD Kota Tangerang terdiri dari perahu karet, alumunium, dan perahu fiber.

Di tengah pandemi corona saat ini, BPBD pun sudah mempersiapkan rencana-rencana agar protokol kesehatan tepat berjalan. Misalnya saat membawa pengungsi di atas perahu, jumlahnya akan dikurangi dari kapasitas normal.

“Misalnya kapasitas perahu 8 orang, nanti hanya akan kita isi dengan 4 orang. Yang kapasitas 10 orang, kita isi dengan 5 orang. Makanya penambahan 10 perahu bisa lebih memaksimalkan pelayanan kami ditengah wabah corona,” Deni.

Kesiapan pasukan BPBD Kota Tangerang.

Selain itu, BPBD juga sidah melakukan koordinasi dengan kecamatan-kecamatan untuk menambah lokasi-lokasi atau titik-titik pengungsian. Sehingga, warga pengungsi tidak terpusat dalam satu lokasi yang bisa menimbulkan penumpukan.

Dan Deni Koswara tetap menghimbau agar masyarakat tidak buang sampah sembarangan, senantiasa melakukan kerja bakti agar tidak ada saluran air atau sungai yang tersumbat sampah.  “Dan senantiasa berdoa kepada Allah agar Kota Tangerang terhindar dari bencana baik itu banjir, corona maupun bencana lainnya. Karena hanya dengan kekuatan doa, bencana akan terhindar. Salam tangguh dan salam kemanusiaan,” tutup Deni. (adv)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *