oleh

Boeing 737 Max 8 Dilarang Terbang selama 7 Hari

Tangerang7.com, Tangerang – Buntut insiden jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines di Ethiopia, Minggu (10/3/2019), pesawat Boeing 737 Max 8 dilarang terbang di Indonesia. Larangan terbang atau grounded itu bersifat sementara (temporary). Yakni berlaku selama satu pekan atau 7 hari.

“Kita akan melakukan (temporary grounded) dalam satu minggu,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikutip dari viva.co.id, Selasa (12/3/2019).

Sembari proses temporary grounded tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan menurunkan tim guna mengobservasi dan meneliti maskapai penerbangan Boeing 737 Max 8. Tujuannya, mencari hal-hal yang sekiranya dapat diantisipasi.

“Tapi apabila kita menemukan ada hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka ada suatu tindakan atau keputusan yang akan kita lakukan,” tandas Budi.

Dia mengatakan, proses observasi dan penelitian tidak secara langsung melibatkan tim dari Boeing. Namun seluruh hasilnya akan diinformasikan ke perusahaan asal Amerika Serikat itu. Jika dinilai layak dan tidak ditemukan hal-hal yang mengkhawatirkan, larangan terbang segera dicabut.

Budi menyebutkan, imbauan grounded pesawat Boeing 737 Max 8 juga sebagai bentuk antisipasi kemungkinan terjadinya hal serupa. Terlebih selain jenis pesawat itu, kecelakaan udara fatal juga dialami Lion Air JT-610 yang menewaskan seluruh penumpangnya. (viv/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya