oleh

Bocah SD di Teluknaga Masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan

Tangerang7.com, Teluknaga – Anak berusia 9 tahun di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Pemilu 2019. Panitia pengawas pemilu bersama panitia pemilihan kecamatan setempat sudah melakukan verifikasi faktual.

Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kecamatan Teluknaga Jastari mengatakan, bocah dalam DPTb itu bernama Rizky Pandu Ibrahim. Rizky kini masih mengenyam pendidikan di bangku kelas 2 sekolah dasar (SD).

Awalnya, Ketua Panwaslu Kecamatan Teluknaga Subur Maryono menerima salinan notulensi dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang perihal sampling data pemilih hasil temuan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, Sabtu (16/3/2019). Dua orang di dalam data tersebut berada di Teluknaga.

“Kami sudah melakukan crosscheck (pemeriksaan kembali) terhadap data itu, keduanya Mini dan Rizky,” ujar Jastari kepada Tangerang7.com saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (21/3/2019).

Mini merupakan wanita 90 tahun dan benar masih ada di Teluknaga. Rizky juga memang benar ada dan diketahui berstatus murid di SD Bodhisatta. “Rizky ini baru 9 tahun. Hasil verifikasi faktual ini tentu kami sampaikan ke Bawaslu Kabupaten Tangerang untuk tindakan selanjutnya,” tandas Jastari.

Temuan bocah SD masuk DPTb turut menjadi sorotan Komite Independen Pemantau Pemilu Kabupaten Tangerang. Hal ini dinilai sebagai bukti ketidakcermatan penyelenggara pemilu dalam melakukan validasi data pemilih.

Ketua KIPP Kabupaten Tangerang Ahmad Suhud mengatakan, suatu kejanggalan ketika seseorang yang belum dewasa atau di bawah 17 tahun masuk dalam daftar pemilih pada pemilu. Menurutnya, keakuratan data pemilih pada pelaksanaan pemilu harus benar-benar terjaga, guna menghindari penyalahgunaan hak pilih oleh pihak lain.

“KPU sebagai penyelenggara pemilu harus berhati-hati dalam menetapkan daftar pemilih, baik DPT maupun DPTb. Kami sangat menyayangkan adanya seorang anak di bawah umur masuk dalam DPTb dan mendorong Bawaslu untuk segera membuat rekomendasi agar nama tersebut dicoret dari DPTb,” tandas Suhud. (srh/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya