oleh

Bikin Kompos Hanya Butuh 1 Jam

Tangerang7.com, Cipondoh – Paguyuban Masyarakat Kenanga (PMK) atau Komunitas Saba Alam Indonesia Hijau (SAIH) Kota Tangerang melakukan sosialisasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos hanya dengan waktu satu jam.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gang Masjid, Kelurahan Kenanga, Kecamaatan Cipondoh, Kota Tangerang, tadi sore. Lokasi ini memang salah satu lokasi pengolahan sampah yang dikelola oleh warga setempat.

Kupas tuntas olah sampah organik menjadi pupuk kompos dan pakan ternak hanya dengan satu jam, itulah tema dalam kegiatan sosialisai tersebut.

Dimas Tan Kiniro yang menjadi narasumber dan salah satu ahli pembuat sampah organik menjadi pupuk hanya dengan satu jam mengatakan, ia dan teman-temannya berusaha semaksimal mungkin agar menciptakan pupuk kompos yang tidak memakan banyak waktu.

“Kami berusaha menemukan bagaimana caranya sampah organik diolah menjadi pupuk kompos yang tidak banyak memakan waktu,” ujarnya, Kamis (12/9/2019)

“Jadi intinya pembusukan atau fermentasi yang dilakukan secara cepat dengan adanya mikroba yang kami ramu, bisa menjadikan sampah organik menjadi kompos dengan waktu yang sangat singkat. Waktu yang kami pangkas puluhan jam dari cara-cara selama ini,” papar Dimas.

Dimas mengatakan, solusi untuk mengatasi sampah di Indonesia khususnya di Kota Tangerang sebenarnya sudah ada, tapi tetap dibutuhkan inovasi-inovasi baru agar lebih memudahkan masyarakat.

Sosialisasi sekaligus praktek langsung yang diprakarsai Ketua PMK Fahrulrozi tersebut dihadiri juga oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Dedi Suhada dan beberapa staf DLH. Hadir juga Direktur Utama Tangerang7.com Jasmara Bahar serta perwakilan komunitas sampah dari Kota Tangerang.

Dedi Suhada mengaku sangat apresiasi kepada Saba Alam Indonesia Hijau dengan adanya inovasi baru ini.

“Menghasilkan kompos dari sampah organik hanya dengan satu jam, tentunya sangat apresiasi, yang kita ketahui agar menjadi pupuk itu memerlukan waktu yang lumayan lama,” ujarnya.

Dedi berharap teman-teman dari komunitas bisa mengembangkan lebih jauh lagi. “Berawal dari Komunitas itu sendiri, silahkan saja kembangkan. Apabila butuh suport dari pemda ya mari kita duduk bersama apa yang perlu di suport,” ujarnya. (fdy/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya