oleh

Biaya Haji Tahun 2019, Indonesia Termurah di Asia Tenggara

Tangerang7.com, Tangerang – Pemerintah dan DPR telah mengesahkan biaya haji tahun 2019 atau 1440 Hijriah. Besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) Indonesia diklaim paling murah dibandingkan sejumlah negara di Asia Tenggara. Jemaah haji membayar biaya operasional rata-rata Rp 35,2 juta.

Pengesahan biaya haji tersebut dilakukan Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama di Gedung DPR, kemarin. Pemerintah diwakili oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sebelum pengesahan, anggota Komisi VIII menyampaikan pendapat mengenai BPIH tahun 2019. Sepuluh fraksi menyatakan setuju.

Lukman pun mengapresiasi kinerja DPR. Di mana DPR telah bekerja keras untuk menetapkan BPIH dengan rasional. Menurut dia, biaya haji Indonesia saat ini terendah se-Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

“Kami ingin menyampaikan ke masyarakat luas bahwa kita bersyukur DPR sesuai aspirasi masyarakat, tentu bersama pemerintah, berupaya menentukan biaya haji serasional mungkin. Ini sesungguhnya biaya haji termurah di kawasan ASEAN,” ujar Lukman dikutip dari detik.com, Selasa (5/2/2019).

Dia juga mengapresiasi kerja cepat DPR dalam menetapkan BPIH Tahun 2019. Lukman mengatakan, pemerintah segera berfokus mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2019.

“Kami syukuri semuanya berjalan cepat, sehingga kami bisa berfokus mempersiapkan berbagai hal terkait penyelenggaraan haji 2019. Karena penetapan biaya haji termasuk krusial dalam rangkaian kegiatan penyelenggaraan haji,” tandasnya.

Tidak Naik dari BPIH 2018

Wakil Ketua Komisi VIII F-Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan, jemaah haji membayar biaya operasional rata-rata Rp 35.235.602. Angka tersebut tidak mengalami kenaikan dari BPIH 2018.

“Untuk operasional ibadah haji tahun 2019, besaran rata-rata biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji per jemaah direncanakan Rp 69.744.435. Dari total biaya tersebut, jemaah hanya membayar rata-rata Rp 35.235.602 atau sama dengan rata-rata BPIH tahun lalu,” ujar Ace.

Dia menjelaskan, selisih biaya operasional dengan BPIH rata-rata Rp 34.508.833 atau total setara dengan Rp 7.039.801.971.254, berasal dari hasil pengembangan dana setoran BPIH dan efisiensi tahun 2017-2018. Di samping itu, juga untuk menunjang penyelenggaraan ibadah haji khusus, diperlukan anggaran yang bersumber dari nilai manfaat setoran BPIH Khusus sebesar Rp 14.098.458.000.

“Kebijakan pemanfaatan hasil pengembangan dana haji untuk menopang sebagian biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji menjadi solusi dalam menekan besaran BPIH yang dibayar oleh jemaah haji. Namun, penggunaan nilai manfaat tersebut harus dilakukan secara arif, rasional, efektif, dan efisien,” pungkas Ace. (dtc/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *