oleh

Berdalih Tangkal Teluh, Ayah Perkosa Anak Kandung

Tangerang7.com, Curug – Pria berinisial J (38), warga Kampung Onyam, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, ditangkap polisi karena diduga telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Ironinya, korban berinisial NK (16) tak lain adalah anak kandung J. Berdalih bisa menangkal santet atau teluh, J tega memerkosa NK. Perbuatan tercela itu dilakukan sejak tahun 2018 hingga NK hamil selama 26 minggu.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, modus operandi pelaku yakni menyampaikan kalau pelaku bisa menangkal santet atau teluh yang ada di tubuh korban, dengan cara melakukan persetubuhan.

“Tersangka menakut-nakuti korban seolah akan ada santet yang masuk ke rumahnya,” kata Ferdy dalam keterangan tertulis, Selasa (29/10/2019).

Usai melakukan permerkosaan, J meminta NK untuk menyimpan dan meminum air yang telah dicampur sperma. Saat itu, J mengaku cara tersebut dapat mencegah santet atau teluh yang telah dihilangkan untuk kembali ke tubuh NK.

“Inilah yang selalu menjadi alasan dari pelaku untuk melakukan perbuatan persetubuhan kepada putrinya untuk menangkal daripada santet,” ujar Ferdy.

J melakukan pemerkosaan terhadap NK secara berulang selama satu tahun. Perbuatan tersebut dilakukan setelah J dan istri bercerai.

Aksi bejat J terbongkar saat NK bertemu dengan ibu kandung. Saat itu sang ibu melihat ada perilaku aneh pada NK yang masih duduk di bangku SMA. Setelah diselidiki, NK mengaku telah diperkosa ayahnya.

“Diajak bercerita oleh ibunya, sehingga korban mengungkapkan semuanya bahwa selama satu tahun korban diperkosa oleh ayah kandungnya,” tutur Ferdy.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 lembar visum et repertum, 1 potong kaus lengan panjang warna hitam putih, 1 potong celana jin panjang warna biru tua, 1 potong celana dalam warna hijau, dan 1 potong bra warna putih.

Akibat perbuatannya, J dikenakan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Tersangka terancam hukuman penjara paling singkat 5 Tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya